Shelter BRT Sangiran Mampu Integrasikan Layanan Transportasi dengan Pariwisata

WhatsApp Image 2024 05 24 at 21.07.32

KUNJUNGAN KERJA : Jajaran Komisi D saat melihat beroperasinya BRT Trans Jateng Solo-Sragen di shelter Sangiran, Sragen.(foto: azhar alhadi)

SRAGEN – Komisi D DPRD Jateng mengapresiasi kemajuan yang didapatkan dari pengoperasian BRT Trans Jateng Solo-Sragen. Sejak rute tersebut diresmikan pada Oktober 2020, kini warga sekitar dapat terlayani moda transportasi umum. Bahkan imbas dari pembukaan rute tersebut, banyak warga yang ingin berkunjung ke museum purbakala di Desa Krikilan, Kecamatan Sangiran, Sragen.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Komisi D Alwin Basri saat bersama rombongan Dewan melakukan kunjungan kerja ke shelter Sangiran, Senin (20/5/2024). Kunjungan itu dimaksudkan untuk melihat Optimalisasi Intergerasi Layanan BRT Trans Jateng dengan Sektor Pariwisata dan UMKM.

“Alhamdulillah, keberadaan halte ini memberikan manfaat bagi masyarakat Sragen dan Solo sekitarnya. Bahkan halte ini menjadi tempat warga yang ingin berwisata di Sangiran. Pariwisatanya hidup, UMKM pun mendapat imbas,” kata dia.

Sekretaris Dinas Perhubungan Jateng Setyo Irawan menjelaskan, pada rute Solo-Sragen, Dinas Perhubungan Jateng telah menyiapkan 11 armada BRT. Setiap 20 menit sekali, masyarakat bisa terangkut dengan rute mulai dari Terminal Tirtonadi (Surakarta) sampai ke Grobogan via Sragen. Tarifnya pun terbilang sangat murah, untuk pelajar, buruh/veteran yakni Rp 2.000. Masyarakat umum dikenakan Rp 4.000.

Pada kesempatan itu Kepala Desa Krikilan Narno sangat bersyukur roda perekonomian warganya bisa berbenah. Saat ini pula ada desa wisata, warga sekitar membangun guest house uuntuk melayani tamu yang ingin berwisata di Sangiran. Kepada pemerintah, dia meminta untuk penerangan jalan bisa ditambah supaya saat malam hari tidak gelap.  

“Terutama penerangan untuk stand-stand UMKM di sekitar Museum Purbakala Sangiran,” ucap dia.(azhar/priyanto)      

Info Lainnya

  • Hadapi Kekeringan, Stok Air Bendungan Masih Aman

    JEPARA – DPRD Provinsi Jateng meminta pemerintah daerah memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang. Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jateng Nur Saadah menekankan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah dalam menjamin kebutuhan air masyarakat, termasuk memastikan distribusi bantuan air bersih dilakukan tanpa membebani warga terdampak.

  • Warga Mojogedang Antusias Hijaukan Sungai

    KARANGANYAR – Warga Desa Ngadirejo Kecamatan Mojogedang merasa senang adanya kegiatan penanaman di sekitar bantaran sungai. Kegiatan yang dinamakan ‘Jogo Kali Merawat Bumi’ digalakkan Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto bertujuan untuk menghijaukan area sekitar sungai supaya mengoptimalkan fungsi penyimpanan air sehingga keberadaan belik atau mata air ada lagi.

  • RAPAT PARIPURNA: Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal 

    GEDUNG BERLIAN – Dalam rapat paripurna, Kamis (2/7/2026), Komisi E DPRD Provinsi Jateng memberikan penjelasan tentang Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal. Disampaikan oleh Anggota Komisi E, Jafar Shodiq, raperda itu didasarkan atas tingginya kontribusi tenaga kerja informal memberikan kontribusi besar dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pengangguran.