Puluhan Pekerja Garmen Mengadu ke DPRD Jateng

1 aburuh

BAHAS NASIB. Sejumlah perwakilan pekerja dari PT Asprindo Indty Raya Semarang bertemu dengan Fraksi Partai Gerindra DPRD Jateng untuk bahas nasib karyawan di ruang Rapat Pimpinan Gedung Berlian, Senin (23/9/2019). (foto choirul amin)

GEDUNG BERLIAN – Puluhan pekerja dari PT Asprindo Indty Raya Semarang, Senin (23/9/2019), sekitar pukul 12.00, menggelar aksi demo di Gedung DPRD Provinsi Jawa Tengah. Mereka kebanyakan dari kalangan perempuan terhimpun dalam wadah Kesatuan Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).

Pertemuan DPRD dengan serikat pekerja. (foto choirul amin)

Mendatangi kantor wakil rakyat ini kebanyakan dengan menumpang angkutan umum serta ada sebagian mengendarai sepeda motor. Mereka berangkat dari tempat bekerja di Jalan Raya Tugu Km 9, Kota Semarang. PT Asprindo Indty Raya Semarang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang garmen.

Sesampai di Gedung DPRD Jateng, perwakilan pekerja dengan koordinator Aulia Hakim ditemui anggota Fraksi Partai Gerindra yakni Yudi Indras Wiendarto, Sukardiyono dan Sumartoyo di ruang Rapat Pimpinan di lantai I. Dalam pertemuan itu turut hadir dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi(Disnakertrans).

Kepada anggota DPRD, Aulia Hakim menyatakan tujuan kedatangan para pekerja ini untuk meminta pertimbangan perihal keresahan karyawan tentang nasib mereka. Sekarang ini perusahaan mulai tidak sanggup memenuhi kewajibannya. Upah karyawan dibayar secara bertahap, iuran BPJS Ketenagakerjaan sudah menunggak kurang lebih 2 tahun. Bahkan pada Sabtu (21/9), sebagian mereka sudah terancam terkena PHK.

“Berharap kepada anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah memberikan solusi agar tidak terjadi penutupan karena ada 500 lebih orang yang kehilangan pekerjaan. Dan bagaimana agar semua keresahaan ini teratasi ?”imbuhnya

Anggota Fraksi Gerindra Yudi Indras Wiendarto (tengah) saat menerima serikat pekerja di ruang Rapat Pimpinan DPRD Jateng. (foto choirul amin)

Menjawab hal itu, Yudi Indras Wiendarto mengungkapkan saat ini sudah ada beberapa kasus di sektor manufaktur bermasalah dengan karyawannya. Kepada Disnakertrans, supaya masalah ini diselesaikan dengan secara adil. Hak karyawan yang menjadi kewajiban perusahaan harus dipenuhi dan permasalan tidak berlarut-larut.

“Sekarang ini tidak ada aturan yang melindungi pekerja. Kami mempunyai rencana ke depan untuk membuat Perda Perlindungan Tenaga Kerja supaya tidak ada keputusan perusahaan secara sepihak,” imbunya.(setyana/priyanto)

Berita Terkait

  • Ganjar Apresiasi Inovasi Studio BerlianTV

    GEDUNG BERLIAN – Studio BerlianTV mendapat sanjungan dari Gubernur Ganjar Pranowo. Hal itu terlihat saat orang nomor satu di Jateng tersebut menyambangi studio yang berada di Lantai 1 Gedung Berlian, Kamis (3/12/2020), didampingi Sekretaris DPRD (Sekwan) Provinsi Jateng Urip Sihabudin.

  • Bravo! Raih KIP Award Kategori SKPD Informatif

    SEMARANG – Sekretariat DPRD (Setwan) Jateng kembali untuk kali keduanya menorehkan prestasi dalam hal keterbukaan informasi publik. Melalui acara penyerahan Komisi Informasi Publik (KIP) Award, Jumat (16/12/2022), Setwan Jateng mendapat penghargaan “Kategori  Informatif untuk Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Tingkat Provinsi”.

  • Setwan Jateng Raih KIP Award

    TERIMA PENGHARGAAN : Sekwan Urip Sihabudin menerima penghargaan KIP Award.(foto: alfirdaus bintang) SEMARANG – Sekretariat DPRD (Setwan) Jateng kembali menorehkan prestasi dalam hal keterbukaan informasi publik. Melalui acara Penyerahan Komisi Informasi Publik (KIP) Award, Selasa (14/12/2021), Setwan Jateng mendapat penghargaan…

  • MUNAS II ADPSI & ASDEPSI: Bahas soal Kepengurusan Organisasi

    JAMBI – Asosiasi DPRD Provinsi Seluruh Indonesia (ADPSI) dan Asosiasi Sekretaris DPRD Provinsi Seluruh Indonesia (Asdepsi) menggelar musyawarah nasional (munas) kedua di Kota Jambi, Senin (22/7/2024). Dalam munas itu, agenda utama yang dibahas adalah perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).