Saatnya Dorong Keterwakilan 30% Perempuan Masuk Parlemen

1647839807149

BINCANG PEREMPUAN : Para pimpinan DPRD Jateng Heri Pudyatmoko, Sukirman, dan Ferry Wawan Cahyono membincang partisipasi perempuan di Ungaran.(foto: teguh prasetyo)

UNGARAN – DPRD Jateng mendorong keterwakilan 30% perempuan dalam parlemen. Hal Tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono saat menjadi narasumber dalam acara “Peningkatan Partisipasi Perempuan dalam Proses Pengambilan Keputusan” yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Tengah, di Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (21/3/2022).

Acara yang dimoderatori oleh anggota Komisi C Padmasari Mestikajati itu juga menghadirkan Wakil Ketua DPRD Jateng Sukirman dan Heri Pudyatmoko sebagai narasumber.

“Kami sebagai unsur pimpinan ini, berharap keterwakilan perempuan bisa 30%. Periode sekarang ini baru 20%. Jumlah seluruh anggota perempuan di DPRD Jateng Fraksi PDIP sejumlah 11 orang, PKB 5 orang, Gerindra 1 orang, Golkar 2 orang, PKS 1 orang, PPP 3 orang, PAN 1 orang dan Demokrat 1 orang,” jelas Ferry.

Anggota Fraksi Golkar DPRD Jateng itu menambahkan, antara laki-laki dan perempuan memiliki kesempatan yang sama dalam dunia politik. Siapa pun berkesempatan menduduki posisi strategis di negara ini. Baik kepala desa, bupati, gubernur, bahkan Presiden Perempuan pun sudah pernah perempuan.

Senada dengan itu, Wakil Ketua DPRD Sukirman menyoroti pendidikan politik bagi perempuan. Setidaknya perempuan harus melek politik. Tidak alergi dengan politik dan harus peduli dengan politik. Karena kebijkakan politik juga sering merugikan perempuan.

“Jangan kemudian meninggalkan politik. Nanti tidak punya daya pengaruh untuk mempengaruhi kebijakan politik,” ungkapnya.

Anggota Fraksi PKB DPRD Jateng itu menambahkan, ruangnya sudah terbuka dengan adanya kuota 30% untuk perempuan di parlemen. Bahkan ada sistem penomoran calon anggota legislatif yang mengedepankan perempuan. Namun, ketika sistem ini sudah diberlakukan, justru ada ketidaksiapan di kaderisasi perempuan.

“Diperlukan sosialisasi tiada henti untuk keterlibatan politik di dalam legislatif,” sambungnya.

Sementara Heri Pudyatmoko menuturkan, fenomena politik dan pemerintahan saat ini diakuinya masih bersifat maskulin dan dibangun dari pemikiran yang dipengaruhi oleh budaya patriarki. Akhirnya menyebabkan distribusi kekuasaan yang tidak merata antara laki-laki dan perempuan.

“Selain itu juga perlu membangun budaya politik tanpa diskriminasi. Salah satunya meningkatkan forum-forum pendidikan politik utamanya bagi perempuan untuk memberikan motivasi bahwa perempuan mempunyai hak yang sama dengan laki-laki dalam berpolitik. Perlu ada pemahaman bahwa keterwakilan perempuan sangat berakselerasi dengan pemahaman akan kebutuhan dan kepentingan perempuan. Dan siapa yang dapat menyuarakannya adalah perempuan sendiri,” tegasnya.(teguh/priyanto)

Berita Terkait

  • Dewan Dorong Industri Herbal Lakukan Riset Covid-19

    UNGARAN – Selama 6 bulan pandemi Covid-19 menghantui Indonesia, Industri Farmasi dan Herbal Indonesia didorong untuk melakukan riset dan berinovasi menangani Covid-19. Demikian disampaikan oleh Anggota DPRD Komisi E DPRD Provinsi Jateng Ida Nurul Farida, mengingat tingginya minat warga Indonesia terkait Obat Tradisional.

  • FGD: Transformasi PD BKK Jadi PT. BKK Jateng

    TUNTANG – Percepatan transformasi PT. Badan Kredit Kecamatan (BKK) Jateng dan penyelesaian status PD BKK menjadi tema dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Tlogo Resort Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang, Rabu (15/1/2020). Menurut Plt. Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Jateng Haerudin, dalam transformasi perubahan status BKK itu, harus ada perubahan Perda Nomor 4 Tahun 2017 tentang Pembentukan Perusahaan Perseroan Daerah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) BKK Jateng.

  • Tangani Corona, RS Rujukan Masih Minim VTM

    UNGARAN – Di masa pandemi Penyakit Virus Corona (Corona Virus Disease-2019/ Covid-19) ini, rumah sakit (RS) rujukan di Provinsi Jateng mengalami beberapa kendala dalam penanganan pasien. Di antaranya kurangnya Alat Pelindung Diri (APD) berupa pakaian panjang mirip astronot, Dokter Spesialis Paru, dan Virus Transport Media (VTM).

  • Samsat Purbalingga Perlu Genjot Pendapatan

    PURBALINGGA – Komisi C DPRD Provinsi Jawa Tengah melaksanakan pantauan ke Samsat Kab. Purbalingga. Komisi C DPRD Prov. Jateng melakukakan monitoring perkembangan & pengelolaan UPPD Bapenda Provinsi Jawa Tengah, bertempat di Ruang Pertemuan Samsat Kab. Purbalingga pada Kamis (2/5/2024). Wakil Ketua Komisi C Sriyanto Saputro didampingi langsung oleh Kepala Bapenda Provinsi Jawa Tengah Nadi Santoso.