Pilkada dan Pencegahan Covid-19 di Jateng Jadi Perhatian DPRD Banten

6

CENDERA MATA : Ketua Komisi A Moh Saleh menerima cendera mata dari Ketua Komisi I DPRD Banten Asep Hidayat, kemarin.(foto: choirul amin)

GEDUNG BERLIAN – Komisi I DPRD Provinsi Banten berkunjung ke DPRD Provinsi Jawa Tengah untuk berkonsultasi mengenai penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020 dan sosialisasi penanganan pencegahan Covid-19, Senin (19/10/2020).

Ketua Komisi I Asep Hidayat mengatakaan, saat ini sejumlah daerah di seluruh Indonesia bersiap diri untuk menggelar pilkada serentak pada 9 Desember 2020. Berhubung digelar saat pandemi Covid-19, kegiatan pilkada itu rentan menjadi kluster baru penyebaran virus. Masalah ini perlu menjadi perhatian serius bagi penyelenggara pemilu, pemerintah, dan stakeholder lainnya.

“Penyelenggara pemilu tetap berkomitmen supaya tingkat partisipasi masyarakat bisa bertambah, di samping itu juga perlu adanya penekanan sosialisasi mengenai protokol kesehatan,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi A DPRD Jawa Tengah Moh Saleh mengatakan pihaknya bersama anggota DPRD yang lain selalu memonitor para penyelenggara pilkada di lapangan mengenai penerapan protokol kesehatan selama pilkada.

“Di samping menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan, kita juga perlu membaca doa agar supaya dijauhkan dari hal-hal yang tidak diinginkan. Kami selalu tegaskan kepada teman-teman di kab/kota. Karena ada 21 daerah di Jateng yang menggelar pilkada,” kata politikus Partai Golkar itu.

Selain itu, dalam proses penanganan pencegahan virus covid-19, Moh Saleh menambahkan DPRD bersama Pemprov Jawa Tengah selalu menekankan program Jogo Tonggo, masyarakat bisa saling mengawasi sampai di tingkat paling bawah. Tujuannya untuk mengurangi dampak pandemi yang semakin meningkat.

“Jogo Tonggo atau dalam bahasa Indonesianya Jaga Tetangga. Itu sampai di tingkat Rukun Warga (RW). Ada seksi kesehatan, ada seksi keamanan sampai seksi hiburan. Tujuannya selain untuk penyaluran bantuan lebih tepat sasaran juga untuk mengurangi dampak masyarakat yang tiba-tiba jatuh miskin karena pandemi ini,” tutupnya.(amin/priyanto)

Berita Terkait

  • Dewan Berharap Sektor Pariwisata Segera Pulih

    WONOGIRI – Waduk Gajah Mungkur dan beberapa kawasan objek wisata di Wonogiri turut berdampak penurunan jumlah pengunjung yang sangat drastis. Hal tersebut mengemuka dalam tinjauan Komisi B DPRD Jawa Tengah ke Taman Rekreasi Sendang Asri Waduk Gajah Mungkur, Rabu (7/10/2020).

  • Bagus, Perkembangan SMKN 1 Bawen

    BAWEN – Komisi E DPRD Jateng berkunjung ke SMKN 1 Bawen Kabupaten Semarang, Senin (22/7/2019), untuk melihat perkembangan pelaksanaan pendidikan kejuruan. Pada kesempatan itu, Anggota Komisi E Muh. Zen mengaku sangat apresiatif dengan perkembangan sekolah tersebut yang mampu menerima sekitar 31% siswa dari keluarga tidak mampu/ miskin.

  • Diskusikan Desa Wisata bersama BEM Unnes

    GEDUNG BERLIAN – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) berbondong-bondong mendatangi Gedung Berlian. Bukan untuk berunjuk rasa, namun kedatangan mereka untuk menyampaikan gagasannya terkait pengembangan desa wisata, salah satunya Pesona Garda di Kabupaten Semarang yang belakangan mulai ramai disambangi wisatawan.