Pemprov Jakarta Dinilai Mampu Kelola Masalah Ketenagakerjaan

WhatsApp Image 2023 01 31 at 07.48.27

KUNJUNGAN KERJA: Komisi E bersama Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi Provinsi DKI Jakarta.(azam addin)

JAKARTA – Permasalahan dan penyelesaian ketenagakerjaan di DKI Jakarta menarik minat Komisi E DPRD Jateng. Sebagai Ibu Kota negara, problematika tenaga kerja sangatlah rumit. Perlu penanganan secara komprehensif terutama masalah penyerapan lapangan kerja. Hal ini dikemukakan Ketua Komisi E Abdul Hamid saat beraudensi dengan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Provinsi DKI Jakarta, Rabu (25/1/2023). Rombongan diterima Kepala Disnakertrans Andri Yansyah di ruang rapat.  

Hamid menjelaskan, masalah ketenagakerjaan menjadi konsentrasi semua daerah, termasuk di Jateng. Terlebih Komisi E tengah menyusun materi untuk pembuatan Perda Ketenagakerjaan. Karena itulah kunjungan ini tak lain untuk mencari data apa saja yang secara prespektif bisa diterapkan di Jawa Tengah.

“Pembahasan dengan Disnakertrans Provinsi DKI Jakarta sangatlah penting. Bagaimana provinsi ini mengelola ketenagakerjaan secara baik, mengingat semua orang dari penjuru Tanah Air mengadu nasib di Ibu Kota negara ini,” ucapnya.

Sementara Andri Yansyah menjelaskan, Pemprov DKI Jakarta secara prinsip berusaha melindungi seluruh elemen dengan basis data ekonomi yang ada. Selain meningkatnya kuantitas tenaga kerja, kualitas tenaga kerja di DKI Jakarta juga meningkat. Hal ini ditunjukkan dengan bertambahnya pekerja di sektor formal sebanyak 268 ribu orang dan dominasi persentase jumlah pekerja di sektor formal (64,1%) dibandingkan sektor informal (35,9%). Selain itu, pekerja di DKI Jakarta juga merupakan pekerja terdidik, karena didominasi oleh lulusan SMA ke atas (69,11%).

Penyerapan tenaga kerja di bulan Februari 2021 ini terjadi di sebagian besar sektor/lapangan pekerjaan. Adapun 3 sektor yang mampu menyerap tenaga kerja yang relatif signifikan yaitu sektor perdagangan (24,46%), sektor industri pengolahan (13,44%) dan sektor transportasi dan pergudangan (11,40%). Pekerja sektor formal didominasi oleh buruh/karyawan/pegawai (93,54%) dan sisanya merupakan pengusaha yang dibantu buruh tetap/dibayar (6,46%).

Dari sisi evaluasi capaian hasil perencanaan pembangunan, berdasarkan penyesuaian sasaran Indikator Kinerja Utama (IKU) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada RPJMD DKI Jakarta 2017-2022 khususnya pada indikator sasaran berkurangnya tingkat pengangguran dengan indikator kinerja sasaran berupa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), diketahui bahwa target angka TPT di tahun 2021 ini berdasarkan data yang diperoleh dari situs sakip.jakarta.go.id adalah sebesar 10,69%. Sementara angka TPT Provinsi DKI Jakarta pada Februari 2021 ada di posisi 8,51%. Dengan demikian kondisi terkini tingkat pengangguran terbuka di DKI Jakarta masih dalam koridor pemenuhan target tingkat pengangguran pada RPJMD DKI Jakarta 2017-2022. Hal ini juga menunjukkan bahwa kebijakan pemprov DKI Jakarta dalam mengatasi masalah pengangguran terutama di masa pandemi ini sudah mulai membuahkan hasil positif.

Sebagai penutup diskusi Abdul Hamid menyampaikan apreasiasi terhadap Pemrov DKI khususnya Disnakertrans dimana bisa menjalin komunikasi kolaborasi terhadap para asosiai pengusaha, industrial dan pekerja. “Menjadi pekerjaan rumah kita, di Jawa Tengah untuk bisa menjalin kolaborasi tersebut apalagi Jawa Tengah banyak industri” terangnya.(anf/priyanto)

Berita Terkait

  • Komisi D Konsultasikan Draf Raperda PPLH ke Kemendagri

    JAKARTA – Komisi D DPRD Jateng belum lama ini, bertemu dengan jajaran Direktorat Jenderal (Ditjen) Otonomi Daerah, Kementerian Dalam Negeri. Pertemuan itu untuk berkonsultasi sekaligus membahas terkait draf Rancangan Perda Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH).

  • Ayam KUB Perkuat Sektor Peternakan Jateng

    UNGARAN – Ayam Kampung Unggul Balitbangan (KUB) dinilai lebih unggul dibanding dengan ayam kampung biasa, terbukti hasil panen baik jenis pedaging atau petelur lebih cepat. Sangat dimungkinkan, bibit ayam KUB bisa diternak kembangkan para pengusaha peternak di Jawa Tengah dan bisa memperkuat pendapatan dari sektor peternakan.

  • Dewan Pantau Peran Kesbangpol Hadapi New Normal

    UNGARAN – Kinerja Kantor Kesbangpol Kabupaten Semarang mendapat perhatian dari Komisi A DPRD Provinsi Jateng. Terlebih, selama masa pandemi Covid-19 yang mulai memasuki masa New Normal, peran aktif Kesbangpol dibutuhkan di tengah-tengah masyarakat.

  • Dipantau Lagi, Proyek Jembatan Ganepo Sragen

    SRAGEN –  Komisi D DPRD Provinsi Jateng meninjau paket pekerjaan rehabilitasi Jembatan Ganepo di ruas Jalan Galeh-Ngrampal, Kabupaten Sragen, Senin (30/1/2024), yang sudah diresmikan pada 4 Januari 2023 lalu.