Pemberdayaan Pokdarwis dan Kemitraan Jadi Kunci Pengembangan Desa Wisata

WhatsApp Image 2023 10 08 at 09.36.15

JADI NADASUMBER : Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono menjadi narasumber dalam talkshow iBreak yang disiarkan oleh Studio iNews, Jakarta.(foto: dewi sekarsari)

JAKARTA – Pemberdayaan kelompok masyarakat serta mendorong fungsi kemitraan dengan stakeholder menjadi salah satu kunci keberhasilan pengembangan desa wisata. Penegasan tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono saat menjadi narasumber dalam talkshow “iBreak” yang disiarkan secara langsung oleh Studio iNews pada Minggu (8/10/2023).

Dijelaskannya, apa pun potensi desa tanpa didukung masyarakat tidak bisa maksimal. Acapkali sumber daya alam yang bisa dijadikan “jualan” di desa wisata pun tak bisa mendongkrak. Demikian pula memiliki potensi baik alam maupun manusianya, namun tak bisa menjalin kemitraan dengan siapa pun juga kerap mendapatkan hambatan.

“Keduanya harus bersinergi. Pemberdayaan kelompok masyarakatnya melalui pokdarwis ada di sisi lain mampu kembangkan kemitraan dengan stakeholder. Maka desa wisata bisa berkembang pesat,” ucapnya.  

Dari pencermatannya, sekarang ini desa wisata di Jateng tumbuh begitu pesat. Bahkan melihat data dari Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disporapar) Jateng, ada sekitar 800 desa wisata. Bagi Ferry jumlah itu patut mendapatkan apresiasi, meski pada sisi lain ada beberapa desa yang gagal mengembangkan potensi menjadi destinasi wisata.

“Guna menguatkan peran desa wisata, DPRD Bersama Pemprov Jateng belum lama ini telah mengeluarkan Perda No 2/2019. Aturan ini menjadi penguatan fungsi serta arahan dalam pengembangan desa wisata. Bahkan pasal dalam perda itu mengamanatkan pemerintah wajib mendorong pengembangan desa wisata,” kata dia.

Ferry yakin dengan terus didorongnya desa wisata maka bisa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mampu memberikan kontribusi untuk meningkatkan PAD.

Pada kesempatan itu Sudaryo dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara mengatakan, di sejumlah desa sudah mulai muncul desa wisata. Mengingat topologi Banjarnegara berada pada pegunungan maka konsep desa wisata didominasi pada wisata alam.

Untuk desa wisata yang masih masuk kategori rintisan berjumlah 24 desa. Kemudian ada kategori berkembang dan maju.

“kami melihat progress yang luar biasa dan memperjuangkan bagaimana menjadi desa wisata berkelanjutan. Ternyata ada beberapa hal yang perlu dibenahi didalamnya. Ada desa wisata yang muncul wahana lain seperti kolam renang dan ditampilkan kesenian di dalamnya.

Selanjutnya dipaparkan mengenai  tantangan pengembangan desa wisata sangat luar biasa, apalagi dengan konflik-konfliknya. Maka dibutuhkan pengelola desa wisata dengan mental yang kuat.

“Fungsinya keberlangsungan sangatlah penting. Pengelolanya harus kuat, jangan sama peresmiannya cepat namun selang beberapa tahun sudah gulung tikar. Ini yang sangat disayangkan,” kata dia.

Turut disinggung pula kelemahan pengembangan infrastruktur dalam hal ini jaringan internet. Perlu ada singgungan dengan media sosial supaya dapat dijual secara luas.(dewi/priyanto)

Info Lainnya

  • Laporan Mingguan Media Sosial DPRD Jawa Tengah

    Laporan ini menyajikan pemantauan komprehensif terkait aktivitas, pemberitaan, dan percakapan di media sosial yang melibatkan DPRD Jawa Tengah serta lembaga legislatif dan eksekutif terkait di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. PERIODE DATA 13 Juli 2026 – 19 Juli 2026 Ruang…

  • Laporan Mingguan Media Mainstream DPRD Jawa Tengah

    Monitoring komprehensif pemberitaan dari media online dan media cetak — mencakup analisis, sentimen publik, dan perkembangan isu terkini terkait DPRD Jawa Tengah. PERIODE DATA 13 Juli 2026 – 19 Juli 2026 Ruang Lingkup dan Tujuan Pemantauan Ruang Lingkup Pemantauan Pemantauan…

  • Komisi C Pantau Kinerja Bank Jateng Cabang Karanganyar & Sukoharjo

    KARANGANYAR – Komisi C DPRD Provinsi Jateng menyoroti kinerja Bank Jateng di tingkat kantor cabang agar mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jateng Bambang Haryanto Baharudin menegaskan, sebagai penyumbang sekitar 90% pendapatan BUMD bagi daerah, Bank Jateng harus menunjukkan kinerja yang sehat dan terus meningkat.

  • Tata Kelola Lahan yang Baik Dukung Sektor Pariwisataan

    PEMALANG – Guna mendapatkan data dan informasi yang lebih komprehensif, Komisi B DPRD Provinsi Jateng bertandang ke Kantor Dinas Kebudayaan Pariwisata Kabupaten Pemalang dan Kantor Cabang Kehutanan Wilayah IV Dinas Lingkungan Hidup & Kehutanan Provinsi Jateng di Kota Pekalongan, Senin (20/7/2026). Kegiatan itu dilakukan dalam rangka penyusunan Raperda tentang Tata Kelola & Rehabilitasi Lahan Kritis & Reklamasi Hutan Daerah

  • Bahas Raperda Perlindungan Pekerja Informal di Grobogan

    GROBOGAN – Besarnya jumlah pekerja informal yang belum sepenuhnya tersentuh perlindungan jaminan sosial dan regulasi yang komprehensif mendorong Komisi E DPRD Provinsi Jateng mengunjungi Kabupaten Grobogan, baru-baru ini. Kunjungan itu sendiri dilakukan untuk menghimpun data, masukan, dan praktik baik daerah sebagai bahan penyusunan Raperda tentang Perlindungan Tenaga Kerja Informal.