Pembangunan Kota Magelang Fokus sebagai Kota Jasa

WhatsApp Image 2024 07 06 at 11.57.03 (2)

KAJIAN RPJPD : Bapemperda bersama Setdakot Magelang mengkaji RPJPD daerah.(foto: guruh seto)

MAGELANG – Keterbatasan lahan serta sumber daya alam menjadikan Pemkot Magelang akhirnya focus pada peningkatan jasa dan perdagangan untuk prospek pembangunan jangka panjangnya.

Hal tersebut diungkapkan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakot Magelang  Chrisatrya Yonas Nusantrawan Bolla di hadapan Bapemperda DPRD Jateng, Kamis (4/7/2024). Pembangunan berkelanjutan dan pengembangan permukiman tetap jadi prioritas untuk dituangkan pada Rencana Program Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045.

“Kami Bersama DPRD Kota Magelang sudah mengesahkan Perda RPJPD. Di dalam perda itu banyak tertuang konsep pembangunan Magelang untuk 20 tahun ke depan. Beberapa hal terpenting, sesuai arahan pusat yakni tetap ada lahan sawah dilindungi (LSD). Meski hanya 63-an hectare keberadaannya harus ada. Jadi permasalahannya dengan pemilik, bisa tidak mempertahankan sawah disaat kebutuhan akan lahan di Magelang cukup tinggi,” kata Yonas, sapaan Asisten III itu.

Dengan luasan lahan hanya 18,54 km2 terbagi menjadi tiga kecamatan tentu isu pembangunan tempat hunian ke depan juga wajib dijawab. Untuk pembangunan diarahkan gedung berlantai guna menghemat pengadaan lahan. Masalah kualitas lingkungan hidup juga masuk isu pembangunan. Ketersediaan infrastruktur, air bersih, listrik, taman kota, parker, serta tempat pembuangan sampai menjadi dilema kawasan perkotaan.

“Pada forum anak yang diselenggarakan belum lama ini meminta perlu diperbanyak ruang bebas asap rokok di tempat publik. Permasalahannya pendapatan pajak dari cukai rokok diakuinya terbilang besar. Perlu ada penyesuaian. Sementara untuk kawasan industri tetap diakomodasi dalam RPJPD. Sebagai kota jasa, tentu pentingnya klister-klaster untuk menopang perdagangan termasuk diantaranya pengembangan UMKM,” jelas dia.

Sekretaris Bapemperda Nur Saadah melihat kompleksitas masalah Kota Magelang sama dengan Kota Surakarta, terutama untuk sumber daya alam. Untuk RPJPD Jawa Tengah sudah tertera kawasan-kawasan pengembangan perdagangan dan industri. Kota Magelang masuk dalam kluster itu.

“Masukan dari Pemkot Magelang jadi rujukan kami untuk masuk dalam dokumen RPJPD. Kami kejar tayang supaya lewat Agustus, tidak ada lagi pembahasan dokumen,” ucap Nur.(guruh/priyanto)

Berita Terkait

  • CJIBF Upaya Jateng Gaet Investor

    JAKARTA – Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto bersama seluruh wakil ketua menghadiri pembukaan Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2019 yang diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Birawa Assembly Hall Hotel Bidakara, Jakarta (5/11/2019).

  • RPJMD Harus Mampu Realisasikan Visi Misi Gubernur

    JAKARTA – Sebagai bagian dari proses penyusunan RPJMD Prov. Jateng 2025–2030, Pansus DPRD Jateng melakukan kunjungan kerja dan diskusi bersama dengan Bappeda Provinsi DKI Jakarta, Kamis (3/7/2025). Turut dalam pembahasan itu Kepala Bappeda Jateng Harso Susilo serta jajaran stakeholder Pemprov Jateng.

  • Empat Pilar Kebangsaan Kekuatan Besar Indonesia

    SEMARANG – Keberagaman yang dimiliki Indonesia harus menjadi sebuah kekuatan. Demikian disampaikan Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Ferry Wawan Cahyono saat menjadi narasumber dalam Dialog Televisi dengan topik : “Empat Pilar Kebangsaan sebagai Rujukan SDM Unggul dan Berkarakter”, di Hotel Dafam Semarang, Jumat (4/6/2021).

  • Kurangi Pengangguran, Klaten Tetap Genjot Pelatihan Kerja 

    KLATEN – Dalam rangka pengawasan tematik terpadu pengangguran terkait kebijakan dan pelaksanaan program berbasis sumber daya alam lintas sektor, Komisi B DPRD Provinsi Jateng menyambangi Kantor Bupati Klaten, Selasa (12/5/2025). Disana, Komisi B disambut hangat oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bersama jajarannya.

  • Sukirman Dukung Internet Gratis untuk Pendidikan

    GEDUNG BERLIAN – Dalam acara Dialog Parlemen dengan tema ‘Kesiapan Daerah soal Subsidi Kuota Internet untuk Pendidikan’ di Studio BerlianTV Lantai 1 Gedung Berlian, Jalan Pahlawan Nomor 7 Kota Semarang, Jumat (11/9/2020), Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Sukirman mendukung Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jateng untuk proaktif dengan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang akan memberikan kuota internet gratis bagi siswa, mahasiswa, guru dan dosen selama masa adaptasi kebiasaan baru (New Normal) ini.