Pansus Nelayan ke Kebumen Temui Petambak Udang dan Petani Garam

IMG 8919

BINCANG RAPERDA : Ketua Pansus Nelayan Riyono sedang berbicang perihal raperda nelayan di Kebumen.(foto: ganang al hadi)

KEBUMEN – Panitia Khusus (Pansus) DPRD Jateng tentang Nelayan menyerap aspirasi di Kebumen guna penguatan isi draf rancangan perda, Selasa (2/11/2021). Selain berkunjung ke Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan, rombongan Dewan juga turut melihat langsung panen udang vaneme dan pengolahan garam di Kecamatan Puring.

Turut hadir pula Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jateng Ferdiawan Tiskiantoro. Mereka diterima Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan kebumen Joni Hernawan serta kelompok petambak udang.

Selaku Ketua Pansus, Riyono berharap kunjungan di kebumen untuk menerima aspirasi dari petambak udang vaname, dan petani garam agar harapan mereka dapat dituangkan dalam raperda. Raperda nelayan dapat turut memecahkan masalah harga pakan bila naik.

Salah satu dari petambak Agus Kusbandi menyampaikan perlu adanya bantuan listrik dan solar untuk genset. Petani tidak bisa mengandalkan listrik dari PLN untuk menggerakkan kincir angin. Petani sering menggunakan genset supaya kincir anggin terus berputar. Bahkan akses jalan di sekitar tambk pun minta diperhatikan supaya mudah dalam pengelolaan.

Anggota pansus Saiful Hadi menjelaskan, ada Raperda yang bertujuan menyejahterakan petambak dan nelayan, contoh adanya asuransi untuk nelayan, penanggulangan bencana nelayan yang terjadi musibah di laut, subsidi solar untuk solar sendiri dapat di manfaatkan oleh nelayan dan petambak untuk genset.

Selanjutnya rombongan meninjau langsung ke lokasi tambak udang dan garam di Kecamatan Puring.

Di sana, Dewan melihat panen udang di Pantai Bopong Puring. Dalam pertemuan itu mengemuka petani udang kerap menghadapi kendala seperti kematian dini benur karena tidak adanya pengolahan limbah.

“Harapan kami udang vaname ini menjadi komoditi expor dan tambak ini menjadi salah lapangan kerja bagi masyarakat sekitar” ujarnya.

Terakhir Riyono dan rombongan meninjau tempat pembuatan garam di Puring. Disana bertemu dengan kelompok garam sistem tanel/ saluran.

Riyono mengatakan kualitas garam di sini sangat baik dan harga jualnya dari Rp 1.500 per kilogram paling bagus sampai Rp 2.000 per kilogram. Sementara harga garam di wilayah Pantura rat-rata tidak sampai Rp 1.000 per kg.

“Di perda kita akan masukan sekitar 30% menyerap garam lokal. Harapan kami petambak garam ini harus di perbanyak dan dibantu dari tingkat kabupaten, kota sampai provinsi,” ucapnya.(ganang/priyanto)

Berita Terkait

  • UMKM Dituntut Memiliki Strategi Cari Peluang Pasar

    UNGARAN – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa Tengah, dituntut memiliki strategi dan menyesuaikan diri di tengah perkembangan zaman. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Jateng Heri Pudyatmoko dalam acara “Pemantapan Ketahanan Ekonomi, Sosial, dan Budaya Bagi Masyarakat” yang diselenggarakan Kesbangpol Jateng di Banyubiru, Kabupaten Semarang, Selasa (8/3/2022). Dalam kesempatan itu turut menjadi narasumber lain Dyah Kartika, Atik Solikha, Ida Nurul Farida.

  • Perlu, Penguatan Fungsi Balai Benih

    MUNGKID – Selama ini, peran balai benih milik Pemprov Jateng belum menunjukkan perannya untuk pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan masyarakat. Melihat kondisi itu, Komisi B DPRD Provinsi Jateng menilai perlu adanya penguatan fungsi sehingga kinerja balai benih dapat berperan maksimal.

  • Komisi E Akan Terus Pantau Penanganan Stunting di Jateng

    BANDUNG – Komisi E akan terus mendesak pemerintah sekaligus memantau perkembangan penanganan stunting di Jateng. Masalah stunting turut menjadi salah satu poin pekerjaan rumah Pemprov Jateng yang harus diselesaikan pada 2024 ini, mengingat saat ini prevalensi kasus dari 2022 sampai 2023 masih 20,8 persen. Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi E Abdul Hamid di hadapan Dinas Kesehatan Provinsi Jabar saat kunjungan kerja di Bandung, Rabu (29/5/2024).

  • Bahas Tata Kelola BUMD, Bertandang ke Kota Blitar

    BLITAR – Komisi C DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan DPRD Kota Blitar Provinsi Jatim, Senin (13/2/2023), yang membahas soal peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) melalui pengelolaan keuangan BUMD bidang perbankan. Pada kesempatan itu, Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jateng Bambang Haryanto mengatakan diskusi tersebut perlu dilakukan untuk mendapat informasi soal tata kelola BUMD.

  • Komisi A Ingin Penghitungan Suara di KPU Berjalan Lancar

    BANYUMAS โ€“ Komisi A DPRD Jateng pada Selasa (20/2/2024), melakukan kunjungan kerja ke KPU Banyumas. Dalam kunjungan tersebut Komisi A diterima Ketua KPU Banyumas Rofingatun Khasanah beserta jajarannya di ruang rapat. Dalam kesempatan itu pimpin rombongan, Soetjipto menyampaikan, pihaknya turut memantau penyelenggaraan pemilu di Banyumas.