MEDIA TRADISIONAL: Wayang Alang-Alang, Membumikan Budaya Lasem

5fb15539 5e12 431e b037 2c004059e948

WAYANG ALANG-ALANG: Anggota DPRD Jateng Abdul Aziz (kiri) memberikan wayanng alang-alang dalam pementasan Media Tradisional di Lasem.(foto: ayuandani ps)

REMBANG – Suara gamelan mengalun, gerakan-gerakan wayang pun sudah dimulai. Pentas seni yang diawali nyanyian sinden menarik minat para masyarakat yang hadir dalam acara Media Tradisional : Melestarikan Seni Budaya Ke-Laseman dengan menampilkan Pagelaran Wayang Alang-Alang, Jumat (15/7/2022). Anggota DPRD Jateng Abdul Aziz menjadi narasumber dalam acara itu.

Dalam pentas ini Ki Salamun Cokrowongso yang bertindak sebagai dalang menjelaskan wayang alang-alang berbeda dengan yang lainnya karena wayang ini terbuat dari alang-alang (rumput). Ia juga menjelaskan sejarah asal usul dari pentas seni ini.

“Kenapa dinamakan wayang alang alang, karena ketika saya melihat ada seorang petani yg lagi mengambil rumput.Aasri ini memiliki sanggar yang keren sekali dan perlu kita lestarikan. Saya juga berharap kesenian ini dapat menjamur ke pelosok desa tidak hanya di Lasem namun juga Jawa Tengah,” tegas Gus Aziz sapaan Abdul Aziz.

Sementara, budayawan asal Rembang Erwantoro mengatakan banyak seni yang ada di Lasem. Sehingga ia berharap kesenian di setiap desa harus  dijaga dan dilestarikan.

“Lasem memiliki beberapa kesenian sekitar 20-an sehingga kesenian itu harus kita jaga dan kita lestarikan. Setiap desa juga harus mendukung dan ikut melestarikan kesenian itu sendiri,” tegas Toro sapaan akrabnya.

Sekedar informasi dialog ini dibuka dengan tarian tiga warna yang merupakan gambaran etnis yang ada di Lasem yakni Cina, Islam, dan Jawa.(ayu/priyanto)

Berita Terkait

  • Perkuat Bapemperda, Optimalkan Prolegda

    GEDUNG BERLIAN – Mendapatkan kunjungan dari Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Purbalingga, Ketua Bapemperda DPRD Jateng Yudi Indras Wiendarto mengajak para legislator untuk memperkuat Bapemperda dengan menyusun rencana kerja (renja) yang optimal. Ia menjelaskan, untuk menentukan renja, tentu juga harus disesuaikan dengan tatib DPRD yang berlaku sehingga pelaksanaan kerja Bapemperda dari mulai pengkajian hingga pembahasan menjadi jelas perencanaannya.

  • ASPIRASI JATENG: Mudik, Puskesmas Buka Layanan 24 Jam

    SURAKARTA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng telah melakukan koordinasi dengan kabupaten/kota supaya mengoptimalkan layanan puskesmas selama 24 jam. Bahkan puskesmas di sepanjang jalur Pantura telah diminta menyiagakan ambulans serta tenaga kesehatannya untuk penanganan Kesehatan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).

  • Pembangunan Jalan Layang Purwasari Diminta Selesai Tepat Waktu

    SURAKARTA – Komisi D DPRD Jateng meninjau paket pembangunan jalan layang (fly over) Purwasari di Surakarta, Selasa (3/3/2020). Dalam pantauan itu, Komisi D meminta Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII Semarang Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Jawa Tengah untuk segera menyelesaikan pekerjaan serta turut mengawasi perawatan jalan layang tersebut.