MEDIA TRADISIONAL: Kesenian sebagai Sarana Sosialisasi Kebijakan kepada Masyarakat

1731231220580

SOAL METRA. Karsono dalam kegiatan ‘Sosialisasi Kebijakan melalui Metra’ di Desa Babakan Kecamatan Kalimanah Kabupaten Purbalingga, Minggu (10/11/2024). (foto teguh prasetyo)

PURBALINGGA – Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jateng Karsono menjadikan media tradisional (Metra) Rebana sebagai sarana berkomunikasi dengan masyarakat. Hal itu tercermin dalam kegiatan ‘Sosialisasi Kebijakan melalui Metra’ yang dilaksanakan di Desa Babakan Kecamatan Kalimanah Kabupaten Purbalingga, Minggu (10/11/2024). 

Pada kesempatan tersebut, ia menyampaikan kesenian tradisional merupakan sarana mensosialisasikan berbagai kebijakan Pemerintah Provinsi Jateng. Tidak hanya rebana, kesenian lain seperti kesenian ebeg, angklung, hadroh, jaipongan, dan sebagainya juga akan ditampilkan.

“Kemarin, sebenarnya sudah ada yang mengajukan kegiatan ebeg di Cendana tapi karena pertimbangan waktu dan sebagainya, maka ebegnya bulan depan saja acaranya. Karena ebeg perlu perizinan yang khusus, ada potensi keamanan, ketertiban, dan kerawanan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan kegiatan dewan tidak hanya sosialisasi saja tapi ada juga kegiatan reses. Dimana, reses yang nantinya digunakan untuk menyerap aspirasi lebih detil dari masyarakat atau usulan dari masing-masing desa akan ditampung dan diupayakan agar terealisasi.

“Selain itu, di Komisi D ada program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Mudah-mudahan kami mendapatkan aspirasi itu agar bisa diberikan kepada bapak dan ibu di Kecamatan Kalimanah khususnya. Tentu yang memenuhi kriteria, mereka yang sudah terdaftar di DTKS,” ujarnya.

Selain itu, ia secara pribadi mengupayakan adanya mobil layanan kesehatan berupa ambulans di tiap desa. Mobil tersebut diharapkan bisa membantu masyarakat yang kurang mampu agar bisa dipakai ketika hendak ke rumah sakit. 

“Memang saat terjun kemarin banyak masyarakat yang membutuhkan mobil untuk berangkat ke rumah sakit. Alhamdulillah, kemarin sudah beli mobil untuk layanan. Nanti, kita buat tim kalua ada masyarakat membutuhkan bisa terlayani. Tentu, ini diperuntukkan untuk masyarakat yang kurang mampu,” jelasnya. (teguh/ariel)

Info Lainnya

  • Warga Mojogedang Antusias Hijaukan Sungai

    KARANGANYAR – Warga Desa Ngadirejo Kecamatan Mojogedang merasa senang adanya kegiatan penanaman di sekitar bantaran sungai. Kegiatan yang dinamakan ‘Jogo Kali Merawat Bumi’ digalakkan Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto bertujuan untuk menghijaukan area sekitar sungai supaya mengoptimalkan fungsi penyimpanan air sehingga keberadaan belik atau mata air ada lagi.

  • RAPAT PARIPURNA: Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal 

    GEDUNG BERLIAN – Dalam rapat paripurna, Kamis (2/7/2026), Komisi E DPRD Provinsi Jateng memberikan penjelasan tentang Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal. Disampaikan oleh Anggota Komisi E, Jafar Shodiq, raperda itu didasarkan atas tingginya kontribusi tenaga kerja informal memberikan kontribusi besar dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pengangguran. 

  • Bahas Panti Sosial, Risiko Penularan TBC Disorot

    SURABAYA — Komisi E DPRD Provinsi Jateng mendesak Pemerintah Provinsi segera membenahi standard operating procedure (SOP) dari pengelolaan panti rehabilitasi sosial. Pasalnya, penataan penanganan pasien dengan penyakit menular dinilai masih sangat longgar dan mengancam keselamatan penghuni panti lainnya.

  • Pengelolaan Aset Jalan Dapat Berkontribusi PAD

    YOGYAKARTA — Penyusunan Raperda tentang Standardisasi Penyelenggaraan Jalan Provinsi tidak hanya mengatur aspek teknis pembangunan dan pemeliharaan jalan tapi juga pemanfaatan aset jalan secara optimal. Komisi D DPRD Provinsi Jateng menilai pengaturan tersebut dapat menjadi instrumen baru untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).