MEDIA TRADISIONAL: Cepetan Kesenian Khas Kebumen Harus Diperkenalkan

IMG 20220520 WA0037

SENI TARI. Bambang Eko Purnomo dalam acara ‘Dialog Media Tradisional DPRD Provinsi Jateng’ di Kabupaten Kebumen, Jumat (20/5/2022), membahas Tari Cepetan Watulawang. (foto cahya dwi prabowo)

KEBUMEN – Alunan irama gamelan yang dinamis mengiringi Tari Cepetan Watulawang khas daerah Kebumen. Tarian tradisional itu disajikan dengan gerakan tari yang indah dan mengandung daya magis tersendiri.

Pagelaran pentas Tari Cepetan Watulawang tersebut tampil dalam acara ‘Dialog Media Tradisional DPRD Provinsi Jateng’ di Kabupaten Kebumen, Jumat (20/5/2022). Dalam dialog, Bambang Eko Purnomo selaku Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jateng hadir sebagai narasumber. Pada kesempatan itu, ia menerangkan Kesenian Cepetan Watulawang adalah seni yang sudah ada sejak dulu dan harus dilestarikan agar tradisinya bisa turun temurun. 

“Masyarakat sekarang sudah jauh dari seni tradisional. Kita harus mengapresiasi orang-orang yang peduli terhadap seni tradisional karena mereka mampu menjaga dan menularkannya kepada generasi penerus. Sudah menjadi tugas kita atau media untuk mengenalkan Kesenian Cepetan agar lestari,” terang pria yang akrab dipanggil B.E.P. itu.

Narasumber lainnya, Teguh Prasetyo sebagai Pemerhati Budaya Kebumen menuturkan Kesenian Cepetan berasal dari kata ‘cepet’ yang artinya kesurupan. Karenanya, kesenian tersebut dinilai memiliki magis tersendiri.

Kesenian itu dulu digunakan warga untuk melawan penjajah dimana ketika ada pejuang yang dicari atau akan ditangkap penjajah, maka melalui cepetan orang yang dicari penjajah tersebut seolah-olah akan kesurupan. 

“Kesenian Cepetan itu sudah melekat dengan masyarakat sejak dulu. Banyak juga pejuang-pejuang dulu menggunakan seni ini untuk melawan penjajah. Untuk itu, sangat disayangkan kalau kesenian tersebut hilang. Saya sangat mengapresiasi Pemkab Kebumen yang telah memasukan kesenian cepetan menjadi ekstrakulikuler di sekolah,” tutur Teguh.

Senada, Ketua Paguyuban Seni Cepetan Kebumen Sukijan mengatakan sebagai pelaku seni dirinya sangat senang dengan perkembangan seni cepetan saat ini. Walaupun masih ada masyarakat yang belum mengenal cepetan, namun upaya para pelaku seni yang bersinergi dengan pemerintah daerah diharapkan bisa melestarikan kesenian cepetan. 

“Saya berharap Kesenian Cepetan bisa lestari dan dikenal seluruh masyarakat. Antusias dari anak anak muda yang diajarkan lewat sekolah ataupun paguyuban-paguyuban seni cukup bagus dan membanggakan,” kata Sukijan. (cahyo/ariel)

Berita Terkait

  • DPRD & Gubernur Tampung Aspirasi Wanarakuti Banglor

    JEPARA – Sebagai salah satu komitmen mendukung program Pemprov Jateng, Ketua DPRD Provinsi Jateng Bambang Kusriyanto bersama Wakil Ketua DPRD Sukirman dan Anggota DPRD daerah pemilihan (Dapil) 3, 4, dan 5 menghadiri sekaligus mengawal aspirasi masyarakat dalam Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) Juwana Jepara, Kudus, Pati (Wanarakuti) dan Rembang-Blora (Banglor). Musrenbangwil itu digelar di Pendopo Kabupaten Jepara, Selasa (10/3/2020).

  • Komisi E Dorong Balkesmas Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

    KLATEN – Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat untuk sekarang ini menjadi sangatlah penting. Komisi E DPRD Jateng berupaya mencari data perihal pola pelayanan kesehatan supaya masyarakat bisa terlayani secara maksimal. Pada Rabu (1/3/2023), Dewan berkesempatan berkunjung ke Balai Kesehatan Masyarakat (Balkesmas) Wilayah Klaten. Dalam kunjungan itu, Komisi E diterima Kepala Balkesmas Wilayah Kabupaten Klaten Yuni Rahayuningtyas.

  • Komisi C Dorong Pengembangan Inovasi serta Jaga Kredit Macet

    KARANGANYAR – Komisi C DPRD Provinsi Jawa Tengah berkunjung ke Kantor PT BPR BKK Boyolali  dan PT BPR BKK Tasikmadu (Karanganyar) pada Jumat-Sabtu (4- 5/8/2023). Kunjungan itu merupakan bagian dari monitoring perkembangan dan pengelolaan lembaga keuangan milik Pemprov Jateng secara lebih detail. Baru-baru ini seluruh BUMD milik Pemprov Jateng melaksanakan rapat koordinasi mengenai perencanaan kinerja untuk 2024.

  • MEDIA TRADISIONAL: Saatnya Cilacap Bangkitkan Kesenian Khas Banyumasan

    CILACAP – Kesenian khas Banyumasan di Cilacap perlu didorong untuk dapat bangkit kembali. Penegasan ini disampaikan anggota Komisi E Inna Hadianala saat mengisi acara Media Tradisional “Membangun dan Memberdayakan Perekonomian Rakyat Berbasis Kesenian” di Objek Wisata Curug Mujan, Desa bulaksari, Kecamatan Bantarsari, Cilacap, Sabtu (17/12/2022).

  • Didodok, Raperda Penyelamatan Lahan Kritis

    SURAKARTA – Kesadaran akan vitalnya fungsi ekosistem di tengah ancaman bencana alam yang kian nyata mendorong Komisi B DPRD Provinsi Jateng mempercepat langkah legislasi. Salah satunya dengan menyambangi Kantor Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah X di Kota Surakarta, Selasa (16/12/2025), terkait penyusunan menyusun Raperda Tata Kelola Rehabilitasi Lahan Kritis & Reklamasi Hutan Daerah.