MEDIA TRADISIONAL: Ayo, Lestarikan Wayang Santri Bumijawa Tegal 

20220807223310 IMG

SOAL WAYANG. Fuad Hidayat dalam Dialog Metra dengan tema ‘Nguri-uri Kebudayaan Wayang Santri’ di lapangan Desa Cempaka Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal, Minggu (7/8/2022) malam. (foto antonius george raynaldy eka bayu prakoso)

SLAWI – Kesenian tradisional dapat berkembang dan bertahan tidak bergantung pada pelaku seni saja. Dukungan dari pemerintah dan semua elemen masyarakat juga sangat diharapkan. 

Hal itu mengemuka saat sesi Dialog Media Tradisional (Metra) dengan tema ‘Nguri-uri Kebudayaan Wayang Santri’ yang digelar di lapangan Desa Cempaka Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal, baru-baru ini. Pada kesempatan itu, Anggota DPRD Jateng Fuad Hidayat selaku pembicara dalam dialog mengatakan tradisi budaya sudah menjadi darah daging dari warga masyarakat di Indonesia, terkhusus di Bumijawa ini.

“Budaya tradisional yang kita miliki ini lebih punya keunggulan nilai-nilai luhur dibandingkan budaya dari luar. Adanya pengaruh budaya luar sedikit banyak mempengaruhi eksistensi budaya tradisional kita. Untuk itu, demi menjaga kebudayaan kita, pentingnya keterlibatan pemerintah, pelaku seni, dan semua elemen masyarakat sangat dibutuhkan,” ujar Wakil Ketua Komisi A itu

Senada, Tri Wiharjo selaku budayawan mengungkapkan keterlibatan semua pihak akan memunculkan kembali gairah kesenian tradisional. Pagelaran-pagelaran seni akan tumbuh dan berkembang sehingga berdampak positif terhadap kebudayaan dan perekonomian masyarakat.

Dalang Ki Haryo Entus Susmono menambahkan Wayang Santri khas Bumijawa merupakan wayang dengan jalan cerita yang rileks. Hal ini diharapkan dapat menarik minat masyarakat awam.

“Regenerasi bukan hanya pelaku seninya saja tapi penontonnya juga butuh regenerasi. Jangan sampai anak-anak muda lepas dari tontonan kebudayaan tradisional kita. Untuk itu, wayang santri adalah salah satu strategi yang efektif untuk menarik minat masyarakat,” ujar dalang.

Mendengar hal tersebut, Teguh Hadi Prayitno selaku Ketua Pusat Kajian Media & Kebudayaan menambahkan, selain peran semua pihak penting untuk eksistensi kebudayaan tradisional, yang tidak kalah penting adalah inovasi. Dengan adanya inovasi yang terus dinamis mengikuti perkembangan zaman, maka kesenian tradisional tidak akan tergerus zaman.

“Wayang santri telah menjawab tantangan zaman, dengan membawakan cerita yang rileks, mudah dimengerti, dan sesuai kondisi saat ini. Terlebih, wayang santri ini tidak pernah dihakciptakan. Dibiarkan semua orang dapat belajar dan memanfaatnya. Itu merupakan sedekah kebudayaan yang luar biasa,” pungkas Teguh. (jos/priyanto)

Berita Terkait

  • Komisi D Desak Ada Penanganan Daerah Irigasi Jetu & Trani

    KARANGANYAR – Komisi D DPRD Jateng berkesempatan melihat langsung kondisi daerah irigasi (DI) Jetu dan Trani, persisnya di Desa Lalung, Kecamatan Karanganyar, Selasa (29/10/2024). Daerah irigasi butuh perhatian terutama dalam perawatan supaya areal persawahan yang dilalui bisa teraliri dengan lancar.

  • Komisi E Dorong Vaksinasi Booster Lebih Digencarkan

    UNGARAN – Kabupaten Semarang masuk kategori daerah dengan pencapaian vaksinasi yang baik di Jateng. Data menyebutkan sampai 9 Maret 2022 capaian vaksinasi di Kabupaten Semarang untuk tahap I yaitu 98%, vaksinasi II yaitu 86%, dan vaksinasi III baru 10%. Mendengar hal itu, anggota Komisi E dr Messy Widiastuti berharap program percepatan vaksinasi terus dilakukan pada tahun ini, ia juga memaparkan untuk vaksin dosis III perlu dilakukan sosialisasi agar masyarakat bersedia vaksin booster.

  • Gubernur Serahkan 1.349 SK Pengangkatan CPNS

    GEDUNG BERLIAN – Sekretaris DPRD Jawa Tengah Urip Sihabudin beserta pimpinan di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengikuti penyerahan surat keputusan (SK) pengangkatan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2019 oleh Gubernur Ganjar Pranowo yang dilakukan secara virtual, Jumat (15/1). Acara penyerahan SK dipusatkan di Grhadika Bahti Praja yang juga diikuti Wagub Taj Yasin, Pj Sekda Prasetyo Aribowo.

  • Pansus SOTK Bahas Organisasi & SDM di BRIN

    JAKARTA – Pembentukan Badan Riset & Inovasi Daerah (Brida) termasuk SDM yang ada didalamnya menjadi bahan diskusi Pansus Susunan Organisasi Perangkat Daerah (SOTK) dan Badan Riset & Inovasi Nasional (Brin). Dalam diskusi itu, Ketua Pansus Abdul Azis mengatakan efisiensi dan reformasi birokrasi penting dikaji dalam penyusunan raperda tersebut.