LEBARAN 2026: Ada 16 Pos Terpadu & Layanan Inovatif di Sragen

IMG 20260316 WA0179

PANTAU POS. Komisi A DPRD Provinsi Jateng memantau kesiapan arus mudik Idul Fitri 2026 di wilayah Sragen, Senin (16/3/2026). (foto andi rinto)

SRAGEN – Komisi A DPRD Provinsi Jateng memantau kesiapan arus mudik Idul Fitri 2026 di wilayah Sragen, Senin (16/3/2026). Dipimpin Wakil Ketua Komisi A, Mukafi Fadli, kunjungan itu bertujuan memastikan kelancaran dan keamanan bagi jutaan pemudik yang diprediksi akan masuk ke wilayah Jateng.

​Dalam pemaparannya, Kasatlantas Polrestabes Sragen AKBP Veronica menjelaskan pihaknya telah menyiagakan 16 pos terpadu yang tersebar di titik-titik strategis, termasuk di rest area 519 A/B, 538 A/B, Lemahbang hingga Gemolong.
​Guna meningkatkan kenyamanan pemudik, Polres Sragen juga menghadirkan berbagai inovasi fasilitas di pos terpadu seperti layanan kesehatan dan BPBD dan kesiagaan ambulans dan tim medis 24 jam.

​Bahkan, ada pula layanan Si Bengkel dan Tambal Ban untuk bantuan teknis kendaraan yang mengalami kendala. Juga, Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik untuk Umum (SPKLU) dan ​Layanan Darurat 110 yakni akses cepat yang terhubung langsung ke Polres bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan di jalan.

Mendengarnya, Mukafi Fadli menekankan pentingnya kesiapan ekstra. Hal itu mengingat Jateng menjadi tujuan utama mudik nasional.

​”Jateng diprediksi akan kedatangan hampir 39 juta orang dari arah Jabar, Jatim dan sekitarnya. Kami telah meninjau langsung dua titik utama yakni pos terpadu di pusat kota dan pos di exit tol,” ujar Mukafi Fadli.

​Mewakili Sekda Kabupaten Sragen Sutrisa menyampaikan seluruh elemen mulai dari Pemerintah Daerah, TNI, Polri, hingga PMI telah bersinergi demi kelancaran arus mudik. Selain fokus pada jalan raya, Pemkab Sragen juga mengantisipasi lonjakan di sektor pariwisata.

Dalam hal ini, Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jateng Soenarno memberikan catatan khusus mengenai pelayanan humanis dan pengelolaan titik rawan kemacetan. Mengingat Sragen merupakan titik lelah bagi pemudik dari arah barat, ia meminta petugas mewaspadai fenomena pasar tumpah.

​Terkait program Mudik Gratis, Soenarno menyoroti tingginya antusiasme masyarakat. Sebanyak 15.000 unit bantuan mobil habis terpesan hanya dalam waktu 3 jam setelah dibuka.

“Saat ini alokasi per kabupaten sebanyak 7 unit. Ke depan, jumlah itu perlu ditambah lagi untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (heni/red.)

Info Lainnya

  • DPRD Jateng Dukung Collaborative Government

    SUKOHARJO – DPRD Provinsi Jateng mendukung prinsip pemerintahan kolaboratif (collaborative government) dalam pembangunan daerah. Prinsip itu disampaikan Gubernur saat memberikan sambutan dalam acara Pelantikan Pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Jateng periode 2025-2030 di Hotel Grand Mercure, Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (5/9/2026)

  • Komisi E Bahas KB Pascapersalinan di Dinas P3AP2KB Kabupaten Tegal

    TEGAL — Komisi E DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan Dinas P3AP2KB Kabupaten Tegal, Rabu (2/9/2026), untuk memperoleh data dan informasi terkait penguatan kebijakan serta komitmen pemerintah daerah guna peningkatan Keluarga Berencana Pascapersalinan (KBPP). Berdasarkan paparan Pemerintah Kabupaten Tegal, jumlah ibu bersalin hingga Juli 2026 mencapai 9.887 orang, dengan estimasi persalinan sepanjang tahun sebanyak 19.344 orang

  • Rehabilitasi Berkelanjutan untuk Menangani Lahan Kritis

    SURAKARTA – Luas lahan kritis di Provinsi Jateng selama 3 tahun terakhir berkurang sekitar 75 ribu hektare. Capaian itu menjadi modal penting pemerintah daerah untuk terus memperkuat rehabilitasi hutan dan lahan, sekaligus mencegah munculnya kawasan kritis baru yang berpotensi memicu bencana

  • Balai Tahura Karanganyar Butuh Pembenahan

    KARANGANYAR – Komisi D DPRD Provinsi Jateng menaruh perhatian serius terhadap masih terbatasnya sarana dan prasarana di Balai Taman Hutan Raya (Tahura) KGPAA Mangkunagoro I. Sejumlah fasilitas dinilai perlu segera dibenahi dan dilengkapi agar kawasan hutan seluas 2.549 hektare itu semakin optimal menjalankan fungsi konservasi, edukasi, mitigasi bencana hingga wisata alam