Kredit Macet Masih Tinggi, BPR BKK Perlu Tim Khusus Penanganannya

IMG

MASIH NPL. Komisi C DPRD Provinsi Jateng saat monitoring ke Kantor BPR BKK Purwokerto, Rabu (1/4/2026). (foto ashar alhadi)

BANYUMAS – Tingginya rasio Non-Performing Loans (NPL/ kredit macet) masih menjadi persoalan utama yang dialami BPR BKK. Dalam hal ini, Komisi C DPRD Provinsi Jateng meminta masing-masing BPR BKK membentuk tim khusus penanganan NPL tersebut.

Penegasan itu disampaikan Asrar, Anggota Komisi C, dihadapan manajemen PT. BPR BKK Purwokerto (Perseroda), Rabu (1/4/2025). Pada kesempatn itu, ia menyarankan agar BPR BKK lebih mengoptimalkan lagi tim penanganan NPL dan juga memperhatikan soal permodalan serta program kerja yang lebih akurat.

“Perlu peningkatan lagi itu, program kerja juga harus lebih dioptimalkan, kemudian porsi permodalannya juga supaya kesehatan bank selalu sehat dan bagus,” tegasnya.

Penegasan itu sendiri dilontarkan karena data rasio NPL yang dipaparkan BPR BKK Purwokerto masih cukup tinggi. Tercatat, rasio NPL mengalami peningkatan sebesar 3,72% dari Desember 2024.

“Khusus untuk peningkatan NPL, hal itu terjadi karena debitur gagal usaha. Beberapa debitur terjerat masalah hukum, beberapa debitur perangkat desa juga tidak dapat mengangsur, dan mengundurkan diri secara tidak hormat,” kata Sugeng Prijono selaku Dirut PT. BPR BKK Purwokerto (Perseroda).

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jateng Bambang Haryanto Bahrudin mengungkapkan secara garis besar tata kelola keuangan dan bisnis BPR BKK Purwokerto sudah bagus. Namun, tetap harus waspada dan proaktif saat menyikapi permasalahan bisnisnya.

“Terlebih dalam hal NPL tadi, setidaknya lebih dioptimalkan sehingga, meskipun ada kenaikan bisa lebih ditekan lagi. Kemudian, masih perlu adanya inovasi layanan sehingga lebih dapat mempermudah menjaring nasabah dari segala kalangan disini,” kata BHB, sapaannya. (choirul/red.)

Berita Terkait

  • Pengelolaan Hutan Harus Bermanfaat bagi Masyarakat

    GUBERNURAN – Hutan harus mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Penegasan itu disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara ‘Penyerahan Surat Keputusan (SK) Hutan Sosial, SK Hutan Adat, dan SK Tanah Obyek Reforma Agraria (Tora)’ kepada masyarakat secara daring, Gedung Grhadika Bhakti Praja Jalan Pahlawan Nomor 9 Kota Semarang, Kamia (7/1/2021).

  • Ayam KUB Perkuat Sektor Peternakan Jateng

    UNGARAN – Ayam Kampung Unggul Balitbangan (KUB) dinilai lebih unggul dibanding dengan ayam kampung biasa, terbukti hasil panen baik jenis pedaging atau petelur lebih cepat. Sangat dimungkinkan, bibit ayam KUB bisa diternak kembangkan para pengusaha peternak di Jawa Tengah dan bisa memperkuat pendapatan dari sektor peternakan.

  • Disorot, Validitas Data Kependudukan

    KARANGANYAR – Dalam diskusi di Kantor Disdukcapil Kabupaten Karanganyar, Rabu (5/1/2021), Komisi A DPRD Provinsi Jateng meminta agar persoalan validitas data kependudukan diperhatikan lebih serius. Demikian disampaikan Ketua Komisi A DPRD Provinsi Jateng Mohammad Saleh, saat memimpin rombongannya dalam kegiatan monitoring pelayanan adminduk selama pandemi Covid-19.