Komisi E Dukung SMK 1 Demak Jadi Sekolah Berasrama

20210415132723 IMG

PERTEMUAN : Komisi E melakukan pertemuan dengan SMK Negeri 1 Demak terkait peneraman semi boarding school.(foto: m faiz)

DEMAK – Wakil Ketua Komisi E DPRD Jateng Abdul Aziz dan beserta rombongan dewan melakukan kunjungan kerja ke SMK Negeri 1 Demak, Kamis (15/4/2021). Kunjungan itu dilakukan untuk meninjau dan memantau persiapan rencana sekolah yang akan menjadi semi boarding school atau sekolah asrama.

Rombongan DPRD diterima Kepala SMKN 1 Drs Sutopo MH beserta seluruh guru dan staf. Terlebih dulu dewan berkeliling melihat tempat-tempat yang akan dijadikan asrama. Termasuk sarana dan prasarana pendukung. Berada di pinggir ruas jalan utama pantura, secara fisik keberadaan bangunan sangat memadahi. Bahkan dewan disuguhkan kecakapan siswa dalam bermain musik rebana.

Aziz menyampaikan, secara prinsip Dewan mendukung kebijakan semi boarding school. Mengingat masih dalam masa pandemi Covid-19, untuk sementara waktu penerapan asrama belum bisa dilakukan. “Dari sisi operasionalisasi belum tercapai karena masih dalam masa pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Dalam penjelasannya, Sutopo mengungkapkan rencana menerapkan asrama adalah untuk memberikan keringanan bagi siswa-siswi yang berprestasi. Dia mengharapkan kebijakan tersebut mendapat dukungan dari DPRD Jateng.

Selanjutnya, satu per satu anggota Komisi E mempertanyakan detail konsep asrama siswa tersebut. Messy Widiastuti mempertanyakan perihal cara sekolah membatasi asrama tempat putra dan putri serta bisakah warga luar dari Kabupaten Demak menyekolahkan putra-putrinya di SMKN 1 Demak. Disusul kemudian lontaran pertanyaan dari Nurul Farida mengenai adakah kegiatan ekstrakurikuler untuk putra maupun putri selama di asrama.

Sutopo selanjutnya menjawab, guna membatasi antara asrama putra dan putri maka akan dibangun dua lantai. Lantai pertama khusus untuk asrama putri mengingat keberadaan jumlahnya terbilang hampir mayoritas. Sementara untuk siswa di lantai kedua dengan persentase jumlah sekitar 15 persen.

Berkaitan dengan penerimaan siswa yang berkebutuhan khusus serta dari keluarga miskin pihak sekolah tidak memberikan pelarangan sepanjang saat tes masuk bisa mampu menyelesaikan. Mengenai kegiatan ekstrakurikuler, pihak guru sudah menjadwalkan setiap hari dan setiap jamnya, terlebih pada kegiatan keagamaan.(diana/priyanto)

Berita Terkait

  • Pemudik Masuk Wonogiri Capai 80 Ribu Lebih

    WONOGIRI – Komisi D DPRD Jateng memantau penyelenggaraan pelayanan di Terminal Giri Adipura Wonogiri dan Ngadirojo Wonogiri, Selasa (28/5/2019). Hal itu mengingat prediksi pemudik yang akan memasuki Kabupaten Wonogiri adalah 80.000 lebih.

  • Gapoktan Sidomulyo Sukses Kembangkan Jenis Usaha, Komisi B Tertarik Kembangkan di Jateng

    SLEMAN – Pengembangan lembaga usaha ekonomi yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sidomulyo di Kecamatan Godean, Sleman, DIY, patut diacungi jempol. Sejak berdiri pada 2008, sampai sekarang ini mampu memenuhi kebutuhan pasokan beras hingga 270 ton/bulan. Bahkan aneka jenis beras organik tersedia di sini, seperti beras putih, beras merah, hingga beras hitam serta bawang merah dan bekatul.

  • Perda Perlindungan Perempuan Disosialisasikan

    GEDUNG BERLIAN – Sosialisasi Perda Nomor 2 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Perempuan menjadi pokok pembahasan dalam kegiatan reses di Kecamatan Klaten Selatan Kabupaten Klaten pada 10 Desember 2021. Dalam kegiatan itu, Wakil Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jateng Sri Marnyuni bertemu dengan Pimpinan Cabang dan Ranting Aisyiyah dari 8 desa.

  • DIALOG RADIO: DPRD Ajak Bijak & Cerdas Bermedia

    BREBES – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jateng mengajak DPRD berdialog mengenai ‘Cerdas Bermedia dan Partisipasi Masyarakat dalam Pengawasan Media’ di Studio Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Singosari FM Kabupaten Brebes, Kamis (27/8/2020). Dalam dialog yang disiarkan secara live itu, Komisioner KPID Dini Inayati menjelaskan bahwa konten media sosial (medsos) sekarang ini harus terarah sehingga hasilnya dapat menjadi bijak dan cerdas saat bermedia.