Komisi E Dukung Ismafarsi Aspirasikan RUU Farmasi

20191014015038 IMG

GELAR PERTEMUAN : Jajaran Komisi E bertemu dengan Ismafarsi.(foto: setyo herlambang)

GEDUNG BERLIAN – Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia (Ismafarsi) wilayah Yogyakarta, Solo, Purwokerto, Pekalongan, Semarang (Joglosepur) menyampaikan aspirasi dan usulan terkait peningkatan kesejahteraan farmasi. Mereka diterima Komisi E DPRD Jateng di ruang rapat lt III, Senin (27/9/2021). Jajaran Komisi E turut menerima Wakil Ketua Abdul Aziz dan anggota dr Messy Widiastuti serta Muh Zen.

Perwakilan Ismafarsi, Rossa Sayentina Amin mengharapkan dukungan DPRD dalam penyusunan RUU Farmasi karena dapat menjadi tonggak kemandirian farmasi nasional dan juga lulusan farmasi agar bisa mendapatkan tempat khusus termasuk praktik apoteker menjadi jelas secara undang-undang.

“Dorong RUU Farmasi agar bisa kembali dilirik dan segera disahkan karena sebagai landasan awal dunia farmasi nasional berjalan secara mandiri. Di sisi lain, profesi farmasi atau apoteker masih dipandang sebelah mata dan hanya dianggap pelengkap dalam dunia medis, adapun bagi para pelajar juga mahasiswa farmasi seringkali belum bisa mendapatkan akses pekerjan secara mudah,” ujar dia.

Menanggapi, Wakil Ketua Komisi E Abdul Aziz mendukung aspirasi RUU Farmasi. Sekarang ini marak beredar obat yang tidak terdaftar secara resmi dikhawatirkan berbahaya bagi kesehatan.

Aziz juga melihat selama ini belum ada dukungan secara maksimal. Belakangan profesi farmasi masih dianggap hanya sebagai sampingan bukan sebagai dukungan tenaga medis.

“Jika RUU Farmasi bila disahkan dan bisa mendorong tingkat kesehatan masyarakat. Maka alangkah baiknya jika ramuan jamu turut dimasukkan menjadi bagian dunia farmasi atau apoteker. Dukungan akan diberikan lewat penelitian secara mendalam, karena termasuk sebagai warisan budaya tradisional yang harus dipertahankan,” terang legislator PPP.

Anggota Komisi E sekaligus politikus PDI P, dr Messy melihat RUU Farmasi sebagai harapan cerah bagi dunia medis karena dengan begitu terjalin hubungan baik antara dokter dengan apoteker.

Terlebih lagi menurut dia, adanya peraturan tersebut bisa memperketat peredaran obat-obat herbal yang belum ada izin resmi tertulis yang belakangan sering dikonsumsi masyarakat tanpa pengawasan dari dokter.

“Kami akan berusaha mendorong dan menyalurkan aspirasi ke pusat, agar RUU Farmasi bisa terlaksana. Terlebih lagi bisa memperketat konsumsi obat-obatan herbal yang banyak dibeli masyarakat tanpa izin dokter dan efek samping yang berbahaya karena obat-obatan tersebut bukan diracik oleh ahli farmasi,” ucapnya.(tyo/priyanto)

Berita Terkait

  • DPRD Jateng Setuju Revisi UU MD3

    GEDUNG BERLIAN – DPRD Jateng menyepakati tuntutan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Diponegoro yang menolak revisi UU No 17/2014 tentang MPR, DPR, DPD, DPRD atau MD3. Selanjutnya, sikap mahasiswa tersebut akan disampaikan DPRD Jateng kepada DPR.

  • RAPAT PARIPURNA VIRTUAL: Jawaban Gubernur atas Pemandangan Umum Fraksi terhadap RAPBD 2020

    GEDUNG BERLIAN – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Ferry Wawan Cahyono bersama Heri Pudyatmoko membuka rapat paripurna secara virtual, Kamis (10/9/2020), dengan agenda yakni mendengar Jawaban Gubernur atas Pemandangan Umum Fraksi terhadap Perubahan APBD Tahun Anggaran 2020. Ia kemudian mengajak peserta rapat paripurna mendengar jawaban Gubernur atas Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Provinsi Jateng terhadap Nota Keuangan Rancangan APBD Perubahan Tahun Anggran 2020.

  • Disorot, Pemeliharaan Proyek Irigasi Bonggo Sragen

    SRAGEN – Komisi D DPRD Provinsi Jateng meninjau pemeliharaan proyek perbaikan dan pembangunan yang telah dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2021 di Daerah Irigasi (DI) Bonggo Kabupaten Sragen, Jumat (4/3/2022). Dalam peninjauan itu, Komisi D didampingi oleh Kabid Irigasi & Air Baku Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air & Penataan Ruang (Pusdataru) Provinsi Jateng Rahman Wahyu Adi Kartika, dan Kepala PSDA Bengawan Solo Agung Prihantono.

  • BK : Amalkan Pancasila dalam Kehidupan

    SEMARANG – Ketua DPRD Jawa Tengah Bambang Kusriyanto mengajak masyarakat untuk mengamalkan sila-sila dalam Pancasila. Kelima sila tersebut merupakan pengejawantahan dari kebinekaan yang dimiliki Indonesia. Pancasila, pintanya, harus dijadikan suri tauladan karena di dalamnya mengandung ideologi negara.

  • Promosi Wisata Jateng di TMII Perlu Lebih Digencarkan

    JAKARTA – Anjungan Jateng di Tamam Mini Indonesia Indah (TMII) perlu lebih gencar mempromosikan wisata dan produk unggulan yang ada di Jateng. Demikian disampaikan Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jateng Sumanto, saat meninjau anjungan di TMII yang dikelola Badan Penghubung Provinsi Jateng, Rabu (21/04/2021).

  • Pendapatan & Pelayanan RSUD dr. Moewardi Dibahas

    SURAKARTA – Komisi C DPRD Provinsi Jateng kembali memonitor perkembangan pendapatan dan pengelolaan dalam hal pelayanan RSUD dr. Moewardi di Kota Surakarta, Selasa (19/3/2024). Kegiatan itu berbarengan dengan acara Forum Perangkat Daerah 2024 dan Renja 2025 bersama Dinas Kesehatan, RSUD dan RSJD milik Pemerintah Provinsi Jateng.