Komisi D Sepakat Energi Baru Terbarukan Jadi Kebutuhan Utama

WhatsApp Image 2024 10 22 at 22.46.24

BERI CENDERA MATA : Ketua Komisi D Nur Saadah memberikan cendera mata kepada Kepala Bidang ESDM DIY Yustina Ika.(foto: sonidinata)

YOGYAKARTA – Pengelolaan energi baru terbarukan perlu kesepahaman bersama sekaligus menjadi itikad yang kuat mengenai keberlanjutan pemanfaatan sumber energi. Tidak dipungkiri energi fosil masih menjadi pilihan utama dari pemanfaatan energi baik untuk bahan bakar maupun listrik.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng Joko Purnomo saat beraudensi dengan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (PUPESDM) DIY, Selasa (22/10/2024). Pada kesempatan itu rombongan diterima Yustina Ika selaku Kepala Bidang (Kabid) ESDM. Turut mendampingi Komisi D Kepala Cabang Dinas ESDM Wilayah Merapi Dinas ESDM Jateng Irwan Edhie Kuncoro.

“Soal energi terbarukan perlu ada konsep yang jelas termasuk diadakan forum diskusi guna ada kesepahaman bersama antara pemerintah, swasta dan masyarakat. Pengembangan energi terbarukan telah menjadi isu strategis nasional agar kedepan tidak lagi menggantungkan pada energi fosil,” ucap dia.

Ketua Komisi D Nur Saadah juga berpandangan sama. Salah satu tujuan DPRD ke Provinsi DIY untuk belajar bersama mengenai konsep pengembangan energi terbarukan. Terlebih Provinsi DIY telah memiliki aturan berupa Perda No 6/2020 tentang Rencana Umum Energi Daerah (RUED) 2020-2050.

Selanjutnya Yustina Ika Kurniawati, menjelaskan sesuai RUED 2020-2050, Pemda DIY akan mengoptimalkan penggunaan energi baru terbarukan dengan target bauran pada 2025 sebesar 6,6% dan 8,5% pada 2050.

Untuk sekarang ini diakuinya pemahaman terbatas masyarakat, disebabkan masih tergantungnya dengan energi fosil. Belum lagi pada kebijakan anggaran setiap tahun selalu berkurang.

“Kondisi tersebut, menghambat program energi terbarukan. Hambatan paling nyata, pembangunan unit pembangkit energi terbarukan tidak dilakukan lagi pada 2023. Selain itu, edukasi masyarakat untuk meningkatkan pemahaman soal energi terbarukan juga berkurang kegiatannya,” ucapnya.

Sedangkan anggaran paling banyak terserap, untuk perawatan ratusan unit pembangkit energi terbarukan. Total, Pemda DIY memiliki 310 unit pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), dua pembakit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH), dan satu unit pembangkit listrik tenaga hybrid (PLTH).

Yustina juga mencatat kepemilikan unit pembangkit energi terbarukan milik swasta. Ada satu unit PLTMH dan dua pembakit listrik tenaga biomassa (PLTB).

“Kami juga mendorong swasta untuk mengembangkan energi terbarukan, seperti di PT. Madubaru itu ada PLTB dengan kapasitas 3,8 mega watt,” ujarnya.

Dorongan ke swasta tersebut, lantaran Dinas PUPESDM sadar pembiayaan pembangunan energi terbarukan tak hanya cukup didanai Pemda DIY. “Selain itu juga, untuk mengajar target bauran energi agar sektor energi terbarukan memberikan sumbangan ke total konsumsi energi,” jelasnya.(soni/priyanto)

Info Lainnya

  • DPRD Jateng Dukung Program ‘Revola Jateng Optimis’

    BANJARNEGARA – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Setya Ari Nugroho mendukung Program Revolusi Lahan atau ‘Revola Jateng Optimis,’ yang digulirkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Menurut dia program yang bertujuan menghidupkan sejumlah lahan tidur yang sudah bertahun-tahun menjadi kembali produktif merupakan langkah tepat guna mendorong pertumbuhan ekonomi di masyarakat

  • Dipantau, Revitalisasi Jembatan Dengkeng Klaten

    KLATEN – Perbaikan Jembatan Dengkeng di Kecamatan Cawas Kabupaten Klaten penting untuk menjaga konektivitas dan kelancaran mobilitas masyarakat di jalur Karangwuni hingga batas Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta. Infrastruktur yang menjadi penghubung antarwilayah tersebut kini mulai direvitalisasi dengan pembangunan jembatan baru

  • Komisi E Pantau Kualitas Belajar Mengajar di SMA 1 Kedungwuni

    KAJEN – Komisi E DPRD Provinsi Jateng menyoroti kualitas proses belajar mengajar sekaligus memastikan lingkungan sekolah tetap aman bagi peserta didik. Hal itu menjadi fokus Komisi E ke SMA Negeri 1 Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Senin (10/8/2026), untuk menggali masukan, data, dan informasi pendidikan di wilayah kerja Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII

  • Penyelenggaraan Jalan Provinsi Jateng Perlu Regulasi Lebih Tegas

    SUKOHARJO – Tingginya mobilitas masyarakat, meningkatnya beban angkutan logistik, dan kebutuhan menjaga kualitas ribuan kilometer jalan provinsi menjadi alasan Komisi D DPRD Provinsi Jateng mendorong lahirnya regulasi baru tentang penyelenggaraan jalan. Aturan itu dinilai penting untuk memastikan pengelolaan jalan lebih terarah, berkelanjutan, sekaligus memperjelas kewenangan antarinstansi