Komisi C Dorong Pengembangan Inovasi serta Jaga Kredit Macet

C

KUNJUNGAN KERJA : Jajaran Komisi C bersama BPR BKK Tasikmadu dan Boyolali.(foto: priskilla tyas)

KARANGANYAR – Komisi C DPRD Provinsi Jawa Tengah berkunjung ke Kantor PT BPR BKK Boyolali  dan PT BPR BKK Tasikmadu (Karanganyar) pada Jumat-Sabtu (4- 5/8/2023). Kunjungan itu merupakan bagian dari monitoring perkembangan dan pengelolaan lembaga keuangan milik Pemprov Jateng secara lebih detail. Baru-baru ini seluruh BUMD milik Pemprov Jateng melaksanakan rapat koordinasi mengenai perencanaan kinerja untuk 2024.

Saat berdiskusi di ruang rapat, jajaran direksi dikedua BUMD itu unjuk data mengenai kinerja masing-masing. Keduanya telah melakukan inovasi dan ekspansi di beberapa sektor. 

Direktur PT  BPR BKK Tasikmadu  Didik Darmadi  memaparkan kinerja hingga Juni 2023, mampu membukukan laba sebesar Rp 6.236.004 . Angka itu meningkat dibanding periode yang sama pada 2022 sebesar Rp 5.566.143. Sementara Penyaluran kredit mencapai Rp 266.213.298 dan aset  sebesar Rp 311.248.313.

Direktur PT BPR BKK Boyolali Kuwat Wiyono menunjukkan pencatatan laba sebelum pajak sebesar Rp 5.532.299, sementara aset  hingga Juni 2023 di angka Rp 589.831.201. 

Pihaknya akan terus melakukan pelayanan untuk menarik minat masyarakat menjadi nasabah di perusahannya. Inovasi itu dengan mengembangkan  kredit di sektor pertanian dengan pendukungan pola pertanian modern.

Menanggapi paparan itu Ketua Komisi C DPRD Jateng Bambang Haryanto Bahrudin mengatakan, inovasi memang diperlukan untuk memperluas layanan, serta meningkatkan kinerja perusahaan.

Namun perlu juga dijaga rasio Non-Performing Loans (NPL) atau kredit macet supaya persentasenya jangan sampai diluar kendali.

“Kita akan dorong terus menerus  agar BPR /BKK untuk selalu berinovasi dalam rangka memperluas jangkauan dan pelayanan, namun jangan lupa tetap harus menjaga rasio kredit macet , mengenai kendala yang telah disampaikan akan menjadi masukan agar performanya tetap bagus,” kata BHB panggilan akrabnya.

Wakil Ketua Komisi C Sriyanto Saputro menyoal performa  program penyaluran kredit di sektor pertanian yang diklaim sebagai satu produk inovasi BPR BKK Karanganyar itu.

“Mengenai kredit pertanian, saya kira ini menarik ,mengenai jaminan, ketika tidak ada, bagaimana Jamkrida. Saya ingin tahu berapa besar kredit yang telah disalurkan, “ tanya politikus Partai Gerindra itu.

Menutup pertanyaan anggota Komisi C Moh Budiono mewanti-wanti untuk tetap menekan angka kredit macet . Berdasar perbandingan antara Boyolali dan Tasikmadu perbedaan penerimaan deviden yang lebih tinggi Tasikmadu dibanding Boyolali. Sementara NPL-nya masih lebih tinggi Boyolali . sementara selisih bunga antar keduanya  juga tipis di angka satu persen.

“Selisih bunganya kan kecil, enam dengan lima persen itu kan tidak terlalu besar, cuma yang jadi masalah adalah NPL nya kok masih tinggi Boyolali sementara devidennya masih tinggi Tasikmadu”, tanya legislator PKB itu.(tyas/priyanto)

Berita Terkait

  • DPRD Dukung Operasional Trans Jateng Purwomanggung

    PURWOREJO – DPRD Provinsi Jateng mendukung operasional Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng wilayah Purworejo-Magelang-Temanggung (Purwomanggung), yang resmi diluncurkan pada Selasa (1/9/2020).
    Acara peluncuran itu diselenggarakan di pendopo Kabupaten Purworejo oleh Gubernur Ganjar Pranowo.

  • Netralitas ASN di Sukoharjo Jadi Perhatian Serius

    SUKOHARJO – Menghadapi pemilu serentak pada 17 April 2019, Komisi A DPRD Jateng meminta bawaslu lebih menggenjot upaya pengawasannya. Seperti disampaikan Anggota Komisi A DPRD Jateng Sriyanto Saputro di Kantor Bawaslu Kabupaten Sukoharjo, Selasa (9/4/2019), upaya pengawasan tidak hanya praktik money politics (politik uang) tapi juga persoalan netralitas aparatur sipil negara (ASN).

  • Menanti Gebrakan Program Rumah Sakit Tanpa Dinding

    SEMARANG – Program rumah sakit tanpa dinding merupakan gebrakan dari Pemprov Jateng supaya ada layanan yang maju tanpa sekat dalam hal pelayanan kesehatan. Dengan demikian peran rumah sakit tidak terbentur pada ruang-ruang melainkan berinovasi.

  • Pengelolaan Limbah Kawasan Perkotaan Cirebon Bisa Ditiru

    CIREBON – Pengelolaan limbah masih menjadi fokus perhatian Komisi D DPRD Jateng. Senin (15/11/2021), bertempat di Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon, masalah sistemisasi pengelolaan limbah domestik setempat maupun terpusat milik Pemkot Cirebon bisa menjadi bahan penguatan raperda pengelolaan limbah domestik yang tengah disusun Komisi D.

  • Bagus, Peternakan Sapi PO Kebumen

    KEBUMEN – Potensi peternakan sapi peranakan ongole (PO) di Kabupaten Kebumen kini semakin berkembang. Bahkan sekarang, daerah peternakan menjadi Kampung Wisata Sapi PO Eduwisata Peternakan Terintegrasi Sitiadi.