Komisi A Nilai Brebes Mampu Tekan Masalah Konflik Sosial

20230131170745 IMG

KUNJUNGAN KERJA: Komisi A diterima Pj Bupati Brebes Urip Sihabudin di Ruang Rapat Bupati.(foto: styo herlambang)

BREBES – Penyusunan Raperda Penanganan Konflik Sosial memasuki pembuatan draf naskah akademik. Komisi A sebagai inisiator raperda itu, Selasa (31/1/2023), berkunjung ke Brebes guna mendapatkan data dan informasi mengenai penanggulangan dan penanganan konflik sosial. Pada kunjungan itu Komisi A diterima Pj Bupati Brebes Urip Sihabudin di Ruang Rapat Bupati.

Ketua Komisi A Muhammad Saleh  menyatakan, dipilihnya Brebes karena pemerintah daerah setempat dinilai mampu menyelesaikan masalah kerawanan sosial. Bahkan data permasalahan sosial di Brebes cenderung minim.   

Saleh menambahkan, selama ini konflik sosial di masyarakat cenderung dinamis. Banyak faktor yang mempengaruhi kemunculan konflik sosial, di antaranya masalah kesejahteraan . Ke depan perlu adanya sinkronisasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam mencegah juga menekan konflik dalam masyarakat.

“Salah satu faktor, penyebab konflik sosial di masyarakat cenderung masalah kesejahteraan yang cukup signifikan. Kondisi ini berjalan dinamis, setiap tahunnya ada riak-riak bibit masalah konflik sosial di tengah masyarakat maka perluasan lapangan kerja bisa menjadi opsi,” terang dia.

Pj Bupati Urip Sihabudin mengatakan tingkat kesejahteraan masyarakat di daerahnya cukup baik. Banyak pabrik-pabrik yang berdiri dan menyerap tenaga sekitar meningkatkan taraf hidup masyarakat. Terkait masalah sosial seperti konflik warga saat renovasi gereja dan bentrok pemuda antardesa dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

“Tingkat masalah sosial yang berakar dari tingkat kesejahteraan masyarakat saat ini sangat minim. Faktor berdirinya pabrik dengan menyerap tenaga dari lingkungan sekitar, bisa meningkatkan taraf ekonomi masyarakat. Selain itu, masalah sosial seperti pembangunan renovasi salah satu gereja tua di Kabupaten Brebes hanya miskomunikasi warga dengan para jemaat. Konflik pemuda antardesa hanya pertikaian dapat ditekan dengan cara kekeluargaan, terlebih dalam semua penangan konflik unsur TNI Polri Kejaksaan hingga Satpol PP terlibat,” kata dia.(tyo/priyanto)

Berita Terkait

  • Komisi B Apresiasi Pengelolaan GL Zoo saat Pandemi Covid-19

    YOGYAKARTA – Pengelolaan Gembira Loka (GL) Zoo selama masa pandemi Covid-19 menjadi kebijakan penting yang patut dicontoh. Kebun binatang yang ada di Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta itu sekarang ini sangat ketat menerapkan protokol kesehatan. Namun demikian tak mengurangi animo pelancong untuk mendatangi tempat itu.

  • RAPAT PARIPURNA VIRTUAL: Pidato Kenegaraan HUT Kemerdekaan RI ke-76

    GEDUNG BERLIAN – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Sukirman dan Heri Pudyatmoko bersama beberapa Anggota DPRD mengikuti rapat paripurna dengan agenda utama mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-76 secara virtual, Senin (16/8/2021). Dalam ruangan rapat, hadir Gubernur Ganjar Pranowo bersama Wagub Taj Yasin serta beberapa pejabat Forkompinda.

  • Desain Ketataruangan Daerah Harus Komprehensif dan Terencana

    YOGYAKARTA – Panitia Khusus ( Pansus ) DPRD Prov Jateng raperda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) melaksanakan studi pendalaman ketataruangan daerah di Yogyakarta. Selama tiga hari, 18-20 Oktober, berkunjung ke tiga lokasi yakni Kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak di Kota Yogyakarta, Angkasa Pura Bandara YIA di Kulonprogo dan BPKH Wilayah XI Yogyakarta.

  • PRIME TOPIC: Bangkitlah Pemuda, Generasi yang Tangguh

    SEMARANG – Anggota Komisi E DPRD Yudi Indras Wiendarto menegaskan peran pemuda sangatlah penting bagi pembangunan. Kebangkitan pemuda harus dijadikan tonggak perubahan kehidupan berbangsa dan bernegara. Selanjutnya dengan hadiah demografi dengan jumlah angkatan muda yang jauh lebih besar perlu ditangkap sebagai sebuah peluang.