Ketersediaan Pupuk Kerap Pusingkan Petani Tiap Masa Tanam

WhatsApp Image 2022 02 15 at 19.16.01 (1)

BAHAS PERTANIAN : Anggota Komisi A DPRD Jateng Kholik Idris bertemu konstituennya membahas pertanian terutama pupuk.(foto: dok humas)

PURWOREJO – Kelangkaan pupuk menjadi persoalan utama yang muncul di Desa Purwodadi. Disampaikan Kholik Idris anggota Komisi A DPRD Provinsi Jateng itu saat dihubungi oleh dprd.jatengprov.go.id.

Saat kegiatan reses masa persidangan II 2021/2022, belum lama ini, sebagian warga menanyakan masalah itu. Pupuk saat memasuki masa tanam kerap tidak ada di pasaran. Bahkan di agen-agen distribusi pun keberadaan Urea, ZA sering hilang. Padahal warga banyak yang memiliki kartu Tani dengan harapan bisa mendapatkan pupuk.

Selain itu, petani penggarap juga mengeluhkan mengenai harga gabah yang murah. Sebagai penggarap lahan, tentu harga gabah tersebut tidak sebanding dengan biaya sewa lahan yang mahal. Belum lagi banyak kondisi jalan pertanian yang rusak. Pemerintah sendiri melalui Kementerian Pertanian memiliki program jalan usaha tani (JUT) untuk mempermudah akses petani memperluas jalur distribusi dan meningkatkan pendapatan petani.

Selain berharap bantuan untuk jalan usaha tani, masyarakat Desa Purwodadi pun berharap adanya bantuan untuk penyandang disabilitas. Mereka ingin ada bantuan penyertaan modal untuk memulai usaha pembuatan tempe dan kolam ikan lele demi meningkatkan ekonomi keluarga.

secara keseluruhan Kholik Idris mengharapkan adanya peran pemerintah dalam penuntasan permasalahan itu. Masalah pertanian termasuk sarana dan prasarananya supaya tidak diabaikan, terlebih Kecamatan Purwodadi merupakan salah satu lumbung padi di Jawa Tengah.

“Pemerintah harus hadir, dan saya selaku anggota DPRD Provinsi Jateng akan memperjuangkan itu, supaya permasalahan-permasalahan yang ada dapat segera terselesaikan ” pungkas politikus Demokrat itu.(jos/priyanto)

Info Lainnya

  • Warga Mojogedang Antusias Hijaukan Sungai

    KARANGANYAR – Warga Desa Ngadirejo Kecamatan Mojogedang merasa senang adanya kegiatan penanaman di sekitar bantaran sungai. Kegiatan yang dinamakan ‘Jogo Kali Merawat Bumi’ digalakkan Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto bertujuan untuk menghijaukan area sekitar sungai supaya mengoptimalkan fungsi penyimpanan air sehingga keberadaan belik atau mata air ada lagi.

  • RAPAT PARIPURNA: Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal 

    GEDUNG BERLIAN – Dalam rapat paripurna, Kamis (2/7/2026), Komisi E DPRD Provinsi Jateng memberikan penjelasan tentang Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal. Disampaikan oleh Anggota Komisi E, Jafar Shodiq, raperda itu didasarkan atas tingginya kontribusi tenaga kerja informal memberikan kontribusi besar dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pengangguran. 

  • Bahas Panti Sosial, Risiko Penularan TBC Disorot

    SURABAYA — Komisi E DPRD Provinsi Jateng mendesak Pemerintah Provinsi segera membenahi standard operating procedure (SOP) dari pengelolaan panti rehabilitasi sosial. Pasalnya, penataan penanganan pasien dengan penyakit menular dinilai masih sangat longgar dan mengancam keselamatan penghuni panti lainnya.

  • Pengelolaan Aset Jalan Dapat Berkontribusi PAD

    YOGYAKARTA — Penyusunan Raperda tentang Standardisasi Penyelenggaraan Jalan Provinsi tidak hanya mengatur aspek teknis pembangunan dan pemeliharaan jalan tapi juga pemanfaatan aset jalan secara optimal. Komisi D DPRD Provinsi Jateng menilai pengaturan tersebut dapat menjadi instrumen baru untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).