KBTPH Tawangmangu Dituntut Mampu Dorong Hasil Panen Petani

20240507144345 IMG

HASIL BENIH : Jajaran Komisi B saat berada di Kebun Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (KBTPH) Tawangmangu di Kabupaten Karanganyar.(foto: rafdan rahinnaya)

KARANGANYAR – Komisi B meninjau salah satu aset milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng yakni Kebun Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (KBTPH) Tawangmangu di Kabupaten Karanganyar, Selasa (7/5/2024). Tinjauan itu bertujuan untuk melihat dan memantau hasil panen dari kebun tersebut. 

KBTPH Tawangmangu merupakan aset milik Pemprov Jateng yang dikelola oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) melalui Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Wilayah Surakarta. Luas lahan dari KBTPH ini berada di 2 kelurahan berbeda yakni 22.105 m2 Kelurahan Tawangmangu dan 13.097 m2 berada di Kelurahan Gondosuli. Ada berbagi komoditas yang ditanam seperti aneka sayuran, pisang dan alpokat.

Ketua Komisi B Sarno berharap dengan adanya KBTPH ini mampu mendorong dan mendongkrak hasil panen Jawa Tengah. Menurutnya, petani harus lebih fokus terhadap hasil panen dikarenakan hasil panen merupakan komoditas utama di Jawa Tengah. 

“Perlu adanya sosialisasi ke para petani untuk mengajarkan sistem pertanian yang baik guna meningkatkan kualitas dan mutu hasil panen. Jadi pertanian itu selalu nomor 1 karena ini komoditas utama kita di Jateng” terangnya.

Disamping itu, Anggota Komisi B lainnya Mukafi Fadli menyampaikan bahwa Tawangmangu ini berada di lokasi yang strategis karena menjadi jembatan antara Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ia berharap pihak KBTPH mampu memaksimalkan potensi yang ada sehingga Tawangmangu mampu menjadi Agrowisata.

“Sangat disayangkan kalau lahan seluas ini tidak bisa di manfaatkan dengan baik, apalagi banyak benih yang di tanam disini. Jangan sampai, potensi yang sebesar ini hanya sebatas ceremony saja” ucap Politikus PKB itu.

Senada, Kepala BPTPH Wilayah Surakarta Aris Munandar menerangkan bahwa banyak potensi yang mampu di genjot di Tawangmamgu khususnya sektor pertanian. Pihaknya telah menggunakan sistem pertanian terbaik guna meningkatkan kualitas dan mutu hasil panen. Salah satunya sistem pertanian menggunakan polybag, dengan cara tersebut menanam akan lebih mudah, hasil panen lebih cepat dan tanaman pun akan jauh lebih kuat.(rafdan/priyanto)

Info Lainnya

  • Warga Mojogedang Antusias Hijaukan Sungai

    KARANGANYAR – Warga Desa Ngadirejo Kecamatan Mojogedang merasa senang adanya kegiatan penanaman di sekitar bantaran sungai. Kegiatan yang dinamakan ‘Jogo Kali Merawat Bumi’ digalakkan Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto bertujuan untuk menghijaukan area sekitar sungai supaya mengoptimalkan fungsi penyimpanan air sehingga keberadaan belik atau mata air ada lagi.

  • RAPAT PARIPURNA: Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal 

    GEDUNG BERLIAN – Dalam rapat paripurna, Kamis (2/7/2026), Komisi E DPRD Provinsi Jateng memberikan penjelasan tentang Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal. Disampaikan oleh Anggota Komisi E, Jafar Shodiq, raperda itu didasarkan atas tingginya kontribusi tenaga kerja informal memberikan kontribusi besar dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pengangguran. 

  • Bahas Panti Sosial, Risiko Penularan TBC Disorot

    SURABAYA — Komisi E DPRD Provinsi Jateng mendesak Pemerintah Provinsi segera membenahi standard operating procedure (SOP) dari pengelolaan panti rehabilitasi sosial. Pasalnya, penataan penanganan pasien dengan penyakit menular dinilai masih sangat longgar dan mengancam keselamatan penghuni panti lainnya.

  • Pengelolaan Aset Jalan Dapat Berkontribusi PAD

    YOGYAKARTA — Penyusunan Raperda tentang Standardisasi Penyelenggaraan Jalan Provinsi tidak hanya mengatur aspek teknis pembangunan dan pemeliharaan jalan tapi juga pemanfaatan aset jalan secara optimal. Komisi D DPRD Provinsi Jateng menilai pengaturan tersebut dapat menjadi instrumen baru untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).