Kacang Koro Bisa Jadi Bahan Pangan Pengganti Kedelai

20230227185936 IMG

TEMPE KORO – Sejumlah Anggota Komisi B mencicipi tempe koro yang diproduksi UMKM di Kabupaten Wonogiri, Senin (27/2/2023). (foto setyo herlambang)

WONOGIRI – Tanaman koro pedang (canavalia ensiformis) atau lebih dikenal dengan kacang koro ternyata bisa diolah menjadi berbagai produk olahan pangan. Bahkan, kualitas gizinya seimbang dengan kedelai pada umumnya.

Inovasi pangan tersebut tengah dikembangkan Sukesti, salah seorang penggerak UMKM Koro Pedang di Kabupaten Wonogiri. Usaha rumahan itu pun menarik minat Komisi B DPRD Provinsi Jateng untuk melihat pengembangan olahan pangan kacang koro.

Berbagai penganan telah dibuat seperti tempe sampai tepung krispi. Terlebih, produk olahan tersebut sudah mulai banyak dipasarkan hingga daerah Solo Raya dan Kota Yogyakarta Provinsi DIY.

Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jateng Abu Nafi melihat potensi produk olahan tersebut, jika dipasarkan secara luas, bisa mendorong UMKM rumahan terus maju. Legislator Fraksi PPP itu menilai adanya kreativitas pemanfaatan produk pertanian bisa menjadi bagian dari ketahanan pangan di Provinsi Jateng.

“Inovasi produk itu, jika dipasarkan secara luas bisa menjadi role model, pemanfaatan olahan produk pertanian sehingga para petani bisa beralih ke kacang koro pedang selain penggunaan kedelai. Salah satu kunci ketahanan pangan adalah inovasi tapi alangkah lebih baiknya penggunaan kacang koro pedang sebagai alternatif pengganti kedelai bisa tersebar secara luas,” jelasnya, saat menyambangi UMKM Koro Pedang, Senin (27/2/2023).

Sukesti pun menerangkan pemanfaatan kacang koro bermula dari menurunnya stok kedelai saat pandemi Covid-19. Di sisi lain, permintaan olahan kedelai meningkat. Lantas dirinya mencoba kacang koro pedang yang banyak tumbuh di sekitar halaman rumah.

“Ternyata, kandungan gizi kacang koro itu sama dengan kedelai ekspor yang selama ini menjadi bahan baku tempe/ tahu. Bahkan, tepungnya pun bisa dimanfaatkan menjadi berbagai macam olahan bahan baku makanan. Setelah beberapa kali percobaan, dapat dihasilkan produk olahan tempe dengan rasa dan kualitas mirip dengan kedelai. Bahkan, kacang koro pedang bisa digunakan sebagai tepung untuk berbagai bahan olahan makanan mulai dari tepung krispi hingga digunakan untuk roti, terkait kandungan gizi hampir mirip dengan kedelai pada umumnya. Namun, kendala saat ini perlu adanya support dari instansi terkait agar produk olahan koro pedang bisa dimanfaatkan secara luas,” jelasnya. (tyo/priyanto)

Info Lainnya

  • Warga Mojogedang Antusias Hijaukan Sungai

    KARANGANYAR – Warga Desa Ngadirejo Kecamatan Mojogedang merasa senang adanya kegiatan penanaman di sekitar bantaran sungai. Kegiatan yang dinamakan ‘Jogo Kali Merawat Bumi’ digalakkan Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto bertujuan untuk menghijaukan area sekitar sungai supaya mengoptimalkan fungsi penyimpanan air sehingga keberadaan belik atau mata air ada lagi.

  • RAPAT PARIPURNA: Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal 

    GEDUNG BERLIAN – Dalam rapat paripurna, Kamis (2/7/2026), Komisi E DPRD Provinsi Jateng memberikan penjelasan tentang Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal. Disampaikan oleh Anggota Komisi E, Jafar Shodiq, raperda itu didasarkan atas tingginya kontribusi tenaga kerja informal memberikan kontribusi besar dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pengangguran. 

  • Bahas Panti Sosial, Risiko Penularan TBC Disorot

    SURABAYA — Komisi E DPRD Provinsi Jateng mendesak Pemerintah Provinsi segera membenahi standard operating procedure (SOP) dari pengelolaan panti rehabilitasi sosial. Pasalnya, penataan penanganan pasien dengan penyakit menular dinilai masih sangat longgar dan mengancam keselamatan penghuni panti lainnya.

  • Pengelolaan Aset Jalan Dapat Berkontribusi PAD

    YOGYAKARTA — Penyusunan Raperda tentang Standardisasi Penyelenggaraan Jalan Provinsi tidak hanya mengatur aspek teknis pembangunan dan pemeliharaan jalan tapi juga pemanfaatan aset jalan secara optimal. Komisi D DPRD Provinsi Jateng menilai pengaturan tersebut dapat menjadi instrumen baru untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).