Industri Furnitur Butuh SDM yang Kompeten & Inovatif

Screenshot 20220310

INDUSTRI FURNITUR. Komisi B DPRD Provinsi Jateng memantau Politeknik Industri Furnitur & Pengolahan Kayu di KIK, Kamis (10/3/2022). (foto ayuandani dwi purnama sari)

KENDAL – Provinsi Jateng menjadi salah satu penyumbang produksi furnitur dalam negeri. Untuk itu, dibutuhkan SDM yang berkompeten dan berinovasi dalam peningkatan nilai tambah produk furnitur Jateng dan nasional agar mampu bersaing di pasar global. 

Terkait hal tersebut, saat memantau Politeknik Industri Furnitur & Pengolahan Kayu di Kawasan Industri Kendal (KIK), Kamis (10/3/2022), Komisi B DPRD Provinsi Jateng berharap politeknik mampu menjadi tempat penelitian & pengembangan industri furnitur dalam negeri. Ketika bertemu dan berdiskusi dengan jajaran direksi politeknik, Pembantu Direktur Alfani Risman, mengatakan politeknik tersebut dimiliki Kementerian Perindustrian dan dibangun atas inisiasi sekaligus komitmen antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Singapura untuk memastikan ketersediaan tenaga kerja terampil di bidang furnitur.

Alfani menjelaskan ada 3 Program Studi Diploma III yang meliputi Teknik Produksi Furnitur, Desain Furnitur, dan Manajemen Bisnis Industri Furnitur. Pada 2021 lalu, Politeknik Industri Furnitur & Pengolahan Kayu Kendal menggelar wisuda angkatan pertamanya dengan total 87 wisudawan dan sudah 98% lulusannya sudah bekerja di berbagai industri, LSP, Asosiasi, dan institusi pendidikan yang tersebar di Jawa dan Bali. 

“Disini lebih banyak ke pembelajaran praktek yang diajarkan langsung oleh silver expert yaitu tenaga pendidik yang memberikan pelatihan praktek buat mahasiswa. Selama 3 tahun pendidikan, kurang lebih satu tahun mahasiswa magang di industri-industri. Hingga saat ini, dari 87 wisudawan hanya 1 yang belum terserap karena masalah pribadi,” katanya.

Mendengarnya, Wakil Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jateng Sri Marnyuni sangat mengapresiasi hal tersebut. Pihaknya sangat berharap agar Politeknik Industri Furnitur & Pengolahan Kayu Kendal dapat semakin berkembang. Dengan begitu, memberikan kemudahan bagi para investor untuk mendapatkan tenaga kerja lokal yang terampil dan berkompeten.

“Kami berharap lulusan politeknik itu bisa memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri kompeten untuk mendorong peningkatan produktivitas dan menjadikan industri furnitur lebih berdaya saing. Dan, SDM yang dihasilkan bisa sesuai dengan kebutuhan industri saat ini, khususnya menghadapi penerapan Revolusi Industri 4.0,” kata Politikus PAN itu. (danik/ariel)

Berita Terkait

  • RAKER RKPD 2023: OPD Paparkan Rencana Pendapatan 2023

    GEDUNG BERLIAN – Setelah sebelumnya menggelar rapat kerja (raker) rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) 2023, Komisi C DPRD Provinsi Jateng kembali membuka raker lanjutan. Kali ini, Kamis (14/7/2022), raker dilakukan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) setelah kemarin (13/7/2022) rapat dengan sejumlah BUMD.

  • BPR BKK Purbalingga Perlu Manfaatkan Digital Banking

    PURBALINGGA – Guna meningkatkan pangsa pasar sekaligus memudahkan akses bagi nasabah, BPR BKK perlu memanfaatkan teknologi atau terobosan digital/ internet banking. Demikian disampaikan Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jateng Bambang Haryanto Baharudin, saat berdiskusi bersama jajaran manajemen PT BPR BKK Purbalingga (Perseroda), Rabu (2/5/2021).

  • Komisi E: Saling Sinergi Kembangkan Pendidikan Karakter bagi Siswa

    SEMARANG – Komisi E DPRD Provinsi Jateng meminta semua pihak penyelenggara pendidikan untuk bisa saling bersinergi mendidik siswa guna mengembangkan nilai-nilai pendidikan karakter religius, nasionalisme, integritas, mandiri, dan gotong royong. Demikian disampaikan Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jateng Yudi Indras Wiendarto, saat rapat koordinasi dan pembinaan terkait aksi unjuk rasa pada 7 Oktober 2020, di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng, Jumat (9/10/2020).