Disorot, Sistem Rujukan Kesehatan di RSUD Moewardi & RSJD Surakarta

0A6A4949

RUMAH SAKIT. Komisi E DPRD Provinsi Jateng berdiskusi soal pelayanan rumah sakit di Kota Surakarta, Kamis (2/4/2026). (foto teguh prasetyo)

SURAKARTA โ€“ Komisi E DPRD Provinsi Jateng mengunjungi RSUD Dr. Moewardi dan RSJD Dr. Arif Zainudin, Kamis, (2/4/2026). Tujuannya, menghimpun data dan masukan terkait implementasi sistem rujukan berbasis kompetensi di fasilitas pelayanan kesehatan.

Di RSJD Dr. Arif Zainudin, Komisi E diterima Direktur, Wahyu Nur Ambarwati. Sementara di RSUD Dr. Moewardi, kunjungan diterima oleh Direktur, Zulfahmi Wahab.

Dalam sesi diskusi, Ketua Komisi E Messy Widiastuti menyampaikan apresiasi sekaligus pertanyaan terkait kondisi kesehatan masyarakat, khususnya mengenai meningkatnya kasus campak. Selain itu, ia juga menyoroti sistem rujukan pasien yang dinilai masih memiliki kendala seperti lambatnya respons dari rumah sakit tujuan.

Ia mempertanyakan soal sistem rujukan saat ini telah sepenuhnya berbasis digital, serta dampak dan solusi atas keterlambatan tersebut. Ia juga menanyakan kemungkinan pasien untuk langsung dirujuk ke rumah sakit tipe A tanpa melalui sistem berjenjang.

Menanggapi hal itu, dr. Wahyu Nur Ambarwati menjelaskan bahwa konsep rumah sakit berbasis kompetensi saat ini masih dalam tahap pengembangan di Kementerian Kesehatan dan diharapkan dapat terintegrasi dengan sistem pembiayaan BPJS Kesehatan. Namun demikian, untuk saat ini sistem rujukan yang diterapkan masih berbasis jenjang, bukan berbasis kompetensi.

Selain itu, isu keamanan layanan juga menjadi perhatian. Disampaikan bahwa terdapat kekhawatiran terhadap gangguan layanan, termasuk potensi serangan siber yang dapat menghambat operasional rumah sakit.

Anggota Komisi E, Ida Nurul, memberikan apresiasi atas capaian rumah sakit yang telah memiliki 24 layanan dengan kriteria paripurna. Ia juga menyoroti pentingnya kejelasan implementasi rujukan berbasis kompetensi, efektivitas sistem rujukan berbasis aplikasi yang terkadang sulit diakses, serta kesiapsiagaan rumah sakit dalam menghadapi kasus campak. Selain itu, ia juga menyinggung program Speling dan CKG sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan kesehatan.

Sementara itu, Direktur RSUD Dr. Moewardi, dr. Zulfahmi Wahab, menjelaskan bahwa pada kondisi tertentu, pasien dapat langsung dirujuk ke rumah sakit tipe A sesuai dengan tingkat komplikasi penyakit yang dialami. Ia juga menegaskan komitmen rumah sakit dalam mengawal pengembangan dan optimalisasi aplikasi pendaftaran online guna meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Kunjungan kerja ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi dalam penyempurnaan sistem rujukan kesehatan di Jawa Tengah sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih efektif, cepat, dan tepat sasaran. (evi/red.)

Berita Terkait

  • Komisi E Dorong Vaksinasi Booster Lebih Digencarkan

    UNGARAN – Kabupaten Semarang masuk kategori daerah dengan pencapaian vaksinasi yang baik di Jateng. Data menyebutkan sampai 9 Maret 2022 capaian vaksinasi di Kabupaten Semarang untuk tahap I yaitu 98%, vaksinasi II yaitu 86%, dan vaksinasi III baru 10%. Mendengar hal itu, anggota Komisi E dr Messy Widiastuti berharap program percepatan vaksinasi terus dilakukan pada tahun ini, ia juga memaparkan untuk vaksin dosis III perlu dilakukan sosialisasi agar masyarakat bersedia vaksin booster.

  • DIALOG PROAKTIF : Agung Satria Berjuang Pertahankan Corak Batik Pekalongan

    PEKALONGAN โ€“ Sebagai putra daerah, Agung Satria serius memperhatian pengembangan batik Pekalongan. Selama ini perkembangan usaha batik mengalami fase naik turun. Namun demikian, usaha tersebut masih banyak digeluti oleh masyarakat terutama dari kalangan usaha menengah. Dalam program Dialog Proaktif DPRD Jawa Tengah, Agung Satria berkesempatan melihat langsung sentra kerajinan batik di Kabupaten Pekalongan.

  • PRIME TOPIC: Transformasi Parlemen Modern

    SEMARANG – Di era milenial saat ini, tuntutan untuk menggunakan teknologi informatika yang meliputi segala aspek sangat tinggi, tak terkecuali Parlementer. Dalam hal ini, DPRD Jateng terus berupaya mewujudkan parlemen modern dalam penyerapan aspirasi masyarakat, yang didukung penggunaan teknologi informasi.

  • Dewan Dukung Proyek Panas Bumi Ungaran

    UNGARAN – Komisi D DPRD Jateng meninjau sumber energi panas bumi yang berada di kawasan Candi Gedongsongo Ungaran Kabupaten Semarang, Jumat (21/6/2019). Sumur itu didalamnya terdapat pembangunan uap untuk pembangkit listrik.