Dipantau, Tingkat Kesehatan BPR BKK Kabupaten Tegal

C1

SEHAT BANK. Komisi C DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan jajaran manajemen BPR BKK Kabupaten Tegal membahas soal tingkat kesehatan bank di Ruang Rapat Gedung BPR BKK Kabupaten Tegal, Rabu (23/8/2023). (foto rahmat yasir widayat) 

SLAWI – Komisi C DPRD Provinsi Jateng menilai setiap perbankan perlu memperhatikan tingkat kesehatan bank (TKB), tak terkecuali BPR BKK. Dalam pantauan TKB, Komisi C mengajak diskusi PT. BPR BKK Kabupaten Tegal, terutama perihal pinjaman.

Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jateng Bambang Eko Purnomo mengatakan secara keseluruhan kinerja BPR BKK Kabupaten Tegal sudah cukup baik. Diharapkan, dengan kinerja tersebut, masyarakat dapat bekerjasama dengan BPR BKK.

“Dengan begitu, makin banyak yang tertarik dengan BPR BKK,” harap B.E.P, sapaan akrabnya, saat memimpin diskusi dengan BPR BKK Kabupaten Tegal, Rabu (23/8/2023).

Anggota Komisi C lainnya, Mustholih, menilai secara prinsip BPR BKK perlu lebih sigap dalam penanganan dan pelayanan nasabah. Namun, BPR BKK pun tetap harus memiliki sikap kehati-hatian perbankan.

“BPR BKK memang perlu ‘satset’ dalam pelayanannya,” kata Mustholih.

Senada, Anggota Komisi C Dwi Yasmanto juga menyarankan sikap kehati-hatian itu perlu diperhatikan, mengingat banyak praktik pinjaman online (pinjol) di kalangan masyarakat. Ia menyarankan pula BPR BKK perlu menggenjot kredit di sektor pertanian untuk membantu masyarakat pedesaan.

“Memang perlu juga diperhatikan karena kredit pertanian itu masih memperhatikan musim,” kata Yayan, sapaannya.

Soal non-performing loans (NPL/ kredit macet), Budiyono yang juga Anggota Komisi C mengaku apresiatif dengan upaya menekan angka kredit macet dalam beberapa tahun terakhir. Ia berharap persoalan kredit macet itu bisa terus ditekan pada tahun ini karena tercatat dalam data angka NPL sebesar 11%.

“Harusnya pada tahun ini bisa ditekan lagi seperti tahun-tahun sebelumnya,” saran Budiyono.

Menanggapi soal NPL, Dirut PT. BPR BKK Kabupaten Tegal Khojin mengaku hal pinjaman masih menjadi persoalan di BPR BKK. Pihaknya mengakui pula angka NPL masih cukup tinggi dan tetap berupaya untuk menurunkannya.

Soal pinjol, pihaknya masih mendekati masyarakat dalam hal pinjaman. Namun, BPR BKK tidak ‘seluwes’ rentenir yang bisa mencairkan dana tanpa agunan.

“Kami tetap mengacu pada aturan OJK dalam pemberian kredit” katanya.

Data BPR BKK Kabupaten Tegal menyebutkan, kinerja aset per 31 Desember 2022 sebesar Rp 148,12 miliar dan hingga 30 juni 2023 sebesar Rp 137,97 miliar dari target 2023 Rp 157,64 miliar. Untuk tabungan, sudah terhimpun Rp 86,78 miliar per 31 Desember 2022 dan hingga 30 Juni 2023 Rp 78,62 miliar dari target 2023 Rp 92,55 miliar.

Untuk deposito per 31 Desember 2022 tercapai Rp 36,59 miliar dan hingga 30 juni 2023 baru tercapai Rp 35 miliar dari target 2023 Rp 38,49 miliar. Kinerja kredit per 31 Desember 2022 Rp 93,22 miliar dan hingga 30 Juni 2023 Rp 103,30 miliar dari target 2023 Rp 107,16 miliar. Untuk laba, per 31 Desember 2022 Rp 2,37 miliar dan hingga 30 Juni 2023 Rp 1 miliar dari target 2023 sebesar Rp 3,58 miliar.

Untuk angka NPL, secara gross pada 2022 sebesar 10,16% dan hingga Juni 2023 sebesar 11,54% dari target 2023 sebesar 7,26%. Secara netto, pada 2022 sebesar 4,86% dan hingga Juni 2023 sebesar 6,57% dari target 2023 sebesar 4,20%. (ariel/priyanto)  

Info Lainnya

  • DPRD Jateng Dukung Collaborative Government

    SUKOHARJO – DPRD Provinsi Jateng mendukung prinsip pemerintahan kolaboratif (collaborative government) dalam pembangunan daerah. Prinsip itu disampaikan Gubernur saat memberikan sambutan dalam acara Pelantikan Pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Jateng periode 2025-2030 di Hotel Grand Mercure, Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (5/9/2026)

  • RAPAT PARIPURNA: Rumuskan Renja, Pokir DPRD 2027, & Pembukaan Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026/2027

    GEDUNG BERLIAN – Dalam rapat paripurna, Kamis (3/9/2026), DPRD Provinsi Jateng membahas beberapa agenda. Diantaranya persetujuan rencana kerja (renja) DPRD 2027, persetujuan pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD 2027, dan Penutupan Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2025/2026 & Pembukaan Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026/2027

  • Komisi E Bahas KB Pascapersalinan di Dinas P3AP2KB Kabupaten Tegal

    TEGAL — Komisi E DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan Dinas P3AP2KB Kabupaten Tegal, Rabu (2/9/2026), untuk memperoleh data dan informasi terkait penguatan kebijakan serta komitmen pemerintah daerah guna peningkatan Keluarga Berencana Pascapersalinan (KBPP). Berdasarkan paparan Pemerintah Kabupaten Tegal, jumlah ibu bersalin hingga Juli 2026 mencapai 9.887 orang, dengan estimasi persalinan sepanjang tahun sebanyak 19.344 orang

  • Rehabilitasi Berkelanjutan untuk Menangani Lahan Kritis

    SURAKARTA – Luas lahan kritis di Provinsi Jateng selama 3 tahun terakhir berkurang sekitar 75 ribu hektare. Capaian itu menjadi modal penting pemerintah daerah untuk terus memperkuat rehabilitasi hutan dan lahan, sekaligus mencegah munculnya kawasan kritis baru yang berpotensi memicu bencana

  • Aliansi Jateng Guyub Sampaikan Aspirasi ke DPRD & Pemprov Jateng

    GUBERNURAN – DPRD Provinsi Jateng membuka ruang dialog untuk mengawal tuntutan yang disampaikan Aliansi Jateng Guyub kepada Pemerintah Provinsi. Sejumlah aspirasi warga dari berbagai daerah itu pun mulai ditindaklanjuti, mulai dari persoalan penyediaan truk angkutan tebu hingga peninjauan aktivitas tambang Galian C

  • Balai Tahura Karanganyar Butuh Pembenahan

    KARANGANYAR – Komisi D DPRD Provinsi Jateng menaruh perhatian serius terhadap masih terbatasnya sarana dan prasarana di Balai Taman Hutan Raya (Tahura) KGPAA Mangkunagoro I. Sejumlah fasilitas dinilai perlu segera dibenahi dan dilengkapi agar kawasan hutan seluas 2.549 hektare itu semakin optimal menjalankan fungsi konservasi, edukasi, mitigasi bencana hingga wisata alam