Dipantau, Pekerja Pabrik di Pemalang & Pekalongan saat Pandemi

Screenshot 20211014

BAHAS PEKERJA. Komisi E DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan jajaran manajemen Daiwabo Garment Indonesia di Kabupaten Pemalang, Rabu (13/10/2021), membahas soal pekerja selama pandemi. (foto diana sulis)

PEMALANG – Tidak dipungkiri, banyak perusahaan/ pabrik yang mengalami kesulitan dalam beroperasi selama kondisi pandemi ini. Namun, tidak sedikit pula yang mampu bertahan, bahkan usahanya berkembang di tengah badai Covid-19.

Untuk itulah, Komisi E DPRD Provinsi Jateng memantau beberapa pabrik diantaranya PT. Daiwabo Garment Indonesia di Kabupaten Pemalang pada Rabu (13/10/2021) dan PT. Pismatek Kabupaten Pekalongan pada Kamis (14/10/2021). Saat diskusi bersama jajaran manajemen Daiwabo Garment Indonesia, Ahmad Halim selaku Direktur Umum Daiwabo Garment Indonesia mengaku pihaknya selalu memperhatikan para pekerjanya.

Tercatat, pabrik yang berkantor pusat di Jepang dan Jakarta itu memiliki jumlah pekerja sebanyak 1.100 orang. Pihaknya sudah mensosialisasikan protokol kesehatan (protkes) selama kondisi pandemi. Termasuk, masalah vaksinasi di sekitar lingkungan perusahaan juga sudah disiapkan. 

“Selama pandemi, kami tidak mengurangi gaji karyawan sama sekali, walaupun ada aturan PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan maayarakat). Kami tidak ingin mengikuti dari pusat perusahaan yang ada di Jepang. PHK di PT Daiwabo tidak ada sama sekali. Protkes tetap diutamakan di lingkungan perusahaan,” kata Ahmad.

Mendengarnya, Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jateng Ahmad Ridwan mengaku senang tidak ada permasalahan dengan para pekerja. Bahkan, 1.100 pekerja sudah teredukasi secara baik menghadapi situasi pandemi Covid-19.

“Hak pekerja pun sudah dilaksanakan, kemudian managemen telah melaksanakan protkes sesuai aturan pemerintah. Harapan Komisi E, perusahaan lain bisa mencontoh Daiwabo,” kata Ridwan, didampingi Dinas Tenaga Kerja Pemalang dan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jateng.

Usai memantau pabrik Daiwabo di Kabupaten Pemalang, Komisi E melanjutkannya ke pabrik Pismatek di Kabupaten Pekalongan. Diterima oleh Budi Mulya selaku Direktur Umum PT. Pismatek.

Dalam diskusi, Budi Mulya menjelaskan sejarah Pismatek yang bediri sejak 1972 di Pekalongan dengan 200 pekerjanya. Saat itu hanya memproduksi sarung dengan mesin non-tenun tradisional. Merek pertamanya adalah Gajah Duduk.

Soal kondisi pandemi, pihaknya sudah melaksanakan vaksinasi di lingkungan perusahaan yang didukung penuh Pemkab Pekalongan dan Kodim setempat. Kegiatan vaksinasi itu bertujuan supaya perekonomian di Kabupaten Pekalongan masih tetap berjalan.

“Sampai sekarang tidak ada pekerja yang dirumahkan dan di PHK. Dan di lingkungan perusahaan pun selalu menerapkan protkes dan menghimbau pekerja untuk menjaga kesehatan tubuh supaya bisa terhindar dari penularan Covid-19,” kata Budi.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jateng Endrianingsih menyarankan agar menggunakan aplikasi Peduli Lindungi di lingkungan perusahaan yang sudah di programkan pemerintah. “Supaya pekerja bisa diketahui gerak langkahnya dengan aplikasi itu,” kata Endri. (diana/ariel)

Berita Terkait

  • Studi Banding dengan DIY, Bahas Izin Pertambangan

    YOGYAKARTA – Komisi D DPRD Provinsi Jateng Alwin Basri melakukan kunjungan bersama dengan Pansus 9 DPRD ke Kantor Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan & Energi Sumber Daya Mineral Provinsi DI. Yogyakarta, Kamis (4/1/2024). Kunjungan itu dilaksanakan guna mendampingi pansus dalam penyelesaian Raperda Minerba.

  • Doa dan Semangat untuk Negeri, Pulih Lebih Cepat & Bangkit Lebih Kuat

    SEMARANG – Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono bersama Gubernur dan jajaran Forkopimda hadir dalam upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia secara virtual di Gedung Gradhika Praja, Rabu (17/08/2022). Upacara yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka tersebut merupakan yang pertama kali mengundang masyarakat secara langsung sejak pandemi Covid-19.

  • PENGUATAN DEMOKRASI DAERAH: Peluang Perempuan Berpolitik Tinggi

    JEPARA – Semua masyarakat mempunyai hak yang sama untuk ikut terjun dalam berdemokrasi baik perempuan maupun laki-laki. Alasan perempuan bisa ikut andil dalam politik dikarenakan jumlah penduduk perempuan hampir sama dengan laki-laki. Data dari Sensus Penduduk Indonesia 2020 menyebutkan, jumlah penduduk Indonesia mencapai 270,2 juta jiwa.

  • Diskusikan Desa Wisata bersama BEM Unnes

    GEDUNG BERLIAN – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) berbondong-bondong mendatangi Gedung Berlian. Bukan untuk berunjuk rasa, namun kedatangan mereka untuk menyampaikan gagasannya terkait pengembangan desa wisata, salah satunya Pesona Garda di Kabupaten Semarang yang belakangan mulai ramai disambangi wisatawan.