Diapresiasi, Pelatihan Kerja Informal di Desa-desa Miskin Sragen 

0L7A7163

KERJA INFORMAL. Komisi E DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sragen, Kamis (15/1/2026), membahas soal pelatihan kerja informal. (foto setyo herlambang)

SRAGEN – Komisi E DPRD Provinsi Jateng masih menyoroti persoalan ketenagakerjaan. Hal itu terlihat saat Komisi E menyambangi UPTD Technopark Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sragen, Kamis (15/1/2026).

Disana, Komisi E berdiskusi dengan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sragen Rina Wijaya. Diskusi itu juga terkait dengan penyusunan draft dan naskah akademik (NA) Raperda tentang Perlindungan Tenaga Kerja Informal.

Ketua Komisi E, Messy Widiastuti, mengaku ingin mendapatkan data dan informasi seputar ketenagakerjaan di Kabupaten Sragen. Harapannya, hasil diskusi dapat memperkaya draft raperda yang sedang disusun.

“Kami ingin mendapatkan informasi seputar pengelolaan ketenagakerjaan disini agar nanti kami mendapat masukan,” kata Messy.

Menanggapinya, Rina Wijaya mengatakan selama ini pihaknya sudah menggelar pelatihan dan pendampingan kerja ke sejumlah desa. Harapannya, warga desa memiliki kemampuan/ meningkatkan skill sekaligus mampu mengurangi pengangguran dan kemiskinan.

“Sasaran kami ke desa-desa prioritas miskin agar warganya mampu bekerja,” kata Rina, sembari menambahkan, beberapa pelatihan/ pendampingan kerja itu seperti menjahit, membatik, kuliner, beternak, dan konveksi.

Ia juga mengatakan pihaknya memiliki Program Tuntas Kemiskinan (Tumis) yang merupakan program kerjasama dengan Bank Jateng. Dalam program itu, ada anggaran corporate social responsibility (CSR).

Mendengarnya, Messy mengaku apresiatif dengan upaya yang sudah dilakukan tersebut. Namun, ia berharap ada langkah perlindungan bagi pekerja informal agar ada jaminan sosial dalam pekerjaan mereka.

“Memang, disini (Sragen) belum ada pergub yang mengatur tapi sudah ada beberapa yang mendapatkan jaminan sosial,” katanya. (choirul/red.)

Berita Terkait

  • ASPIRASI JATENG : PON 2024, Jateng Bidik Empat Besar

    SURAKARTA – Kontingen Jateng untuk PON 2024 di Aceh-Sumut dituntut mampu masuk posisi empat besar. Perebutan posisi dengan Provinsi Jatim, Jabar, dan DKI Jakarta menjadi kebanggaan tersendiri untuk Jateng. Ketua Komisi E Abdul Hamid optimistis Jateng bisa masuk empat besar. Bahkan bila mampu menggeser posisi salah satu dari ketiga provinsi tersebut akan menjadi sebuah lompatan besar bagi pembinaan kelolahragaan di Jateng.

  • Aset Jateng di Pagergunung Kendal Ditelusuri

    KENDAL – Ketua Komisi C DPRD Jateng Asfirla Harisanto didampingi Kepala Bidang Aset Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jateng Hari Setiawan meninjau salah satu aset tanah milik Pemprov Jateng di Desa Sumurgunung Kecamatan Pagergunung Kabupaten Kendal, Rabu (12/6/2019). Hal itu dilakukan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait adanya tanah milik Pemprov Jateng yang dimanfaatkan pihak lain.

  • MEDIA TRADISIONAL: Kenalkan Tari Petik Kopi dan Sintren, Khas Kabupaten Pekalongan

    KAJEN – Tari Petik Kopi, Tari Sintren dipentaskan. Inilah tarian yang menjadi khas dari Kabupaten Pekalongan. Kedua tarian itu dipentaskan dalam acara acara Media Tradisional Nguri-uri Kebudayaan di Gedung Serbaguna Desa Kutorojo, Kecamatan Kajen, Minggu (11/12/2022). Ketua Komisi E DPRD Jateng Abdul Hamid menjadi narasumber bersama Kepala Dinas Kebudayaan Saifuh Bahri dan Mahmud Mansyur, budayawan setempat.

  • Wisata Owabong Purbalingga Mampu Bertahan selama Pandemi

    PURBALINGGA – Komisi B DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan jajaran Perusda Owabong guna membahas perkembangan sektor pariwisata disana selama pandemi Covid-19, Jumat (11/6/2021). Pada kesempatan itu, Wakil Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jateng Sri Marnyuni mengapresiasi keberhasilan Perusda Owabong mampu bertahan selama pandemi.