DIALOG PROAKTIF: Keluar Masuk Desa, Saleh Serap Aspirasi

WhatsApp Image 2022 12 10 at 18.46.33

WAWANCARA: Anggota DPRD Jateng Mohammad Saleh wawancara saat kunjungan di Desa Sidoharjo.(foto: sonidinata)

BATANG – Keluar masuk desa menjadi hal biasa bagi Mohammad Saleh. Ketua Komisi A DPRD Jateng itu mengaku memiliki basis massa yang berada di pedesaan. Setiap ada kesempatan, ia sempatkan diri menemui para konstituennya di sejumlah desa.

Seperti pada program Dialog Proaktif DPRD Provinsi Jawa Tengah, seharian Saleh keluar masuk desa di Kabupaten Batang. Saat di Kecamatan Bawang, ia diterima secara meriah oleh warga Desa Sidoharjo. Aneka kesenian lokal seperti terbangan, tari kuntulan, kuda lumping, dipentaskan di sebuah tanah lapang milik desa. Di sela-sela kunjungan itu, dia diajak apparat desa setempat untuk melihat hasil penyaluran dana aspirasi 2021 berupa pembangunan talut dan irigasi.

Didampingi anggota DPRD Batang Subakir, Saleh bersyukur talut dan irigasi telah difungsikan oleh masyarakat. Perlunya talut mengingat sejumlah pedukuhan di Sidoharjo rawan bencana longsor.

“Diharapkan adanya talut bisa menahan longsoran tanah. Kami minta kepada warga yang memiliki kelompok kesenian bisa mengajukan aspirasi kepada kami,” ucapnya.

Satu jam lamanya, Saleh menikmati sajian pentas seni. Selanjutnya Saleh berpindah lokasi ke daerah yang menjadi pusat aktivitas masyarakat di Kecamatan Bawang. Di tempat itu, sudah menunggu guru TK Pertiwi.  Pada pertemuan itu Kepala TK Herlina Puspayanti berharap Saleh masih memperhatikan kondisi bangunan sekolah. Pada tahun anggaran 2021, melalui dana aspirasi telah dialokasikan untuk pembangunan atap TK. Kini mereka berharap bisa mengajukan bantuan Kembali untuk memperbaiki sejumlah sarana dan prasarana milik sekolah.

Tak berselang lama kemudian, Saleh kemudian berpindah ke Kecamatan Bandar. Daerah yuaung dituju adalah Desa Pucanggading yang diterima langsung Kepala Desa Imam Satoto. Dengan berjalan kaki, politikus Golkar itu diajak melihat hasil pembangunan irigasi sepanjang 150 meter. Bahkan, Imam Satoto turut berharap anggota DPRD Jateng itu bisa membantu penyelesaian renovasi masjid.

Selanjutnya Saleh menuju ke Kecamatan Kandeman. Tepatnya di aula SMP 1 Kandeman, kehadiran Saleh telah ditunggu-tunggu oleh IPNU-IPPNU setempat yang menyelenggarakan acara talkshow. Pada kesempatan itu dia diminta untuk memaparkan masalah dinamika perpolitikan Tanah Air. Termasuk kesempatan kalangan milenial bisa tertarik terjun ke politik.(soni/priyanto)

Info Lainnya

  • Warga Mojogedang Antusias Hijaukan Sungai

    KARANGANYAR – Warga Desa Ngadirejo Kecamatan Mojogedang merasa senang adanya kegiatan penanaman di sekitar bantaran sungai. Kegiatan yang dinamakan ‘Jogo Kali Merawat Bumi’ digalakkan Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto bertujuan untuk menghijaukan area sekitar sungai supaya mengoptimalkan fungsi penyimpanan air sehingga keberadaan belik atau mata air ada lagi.

  • RAPAT PARIPURNA: Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal 

    GEDUNG BERLIAN – Dalam rapat paripurna, Kamis (2/7/2026), Komisi E DPRD Provinsi Jateng memberikan penjelasan tentang Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal. Disampaikan oleh Anggota Komisi E, Jafar Shodiq, raperda itu didasarkan atas tingginya kontribusi tenaga kerja informal memberikan kontribusi besar dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pengangguran. 

  • Bahas Panti Sosial, Risiko Penularan TBC Disorot

    SURABAYA — Komisi E DPRD Provinsi Jateng mendesak Pemerintah Provinsi segera membenahi standard operating procedure (SOP) dari pengelolaan panti rehabilitasi sosial. Pasalnya, penataan penanganan pasien dengan penyakit menular dinilai masih sangat longgar dan mengancam keselamatan penghuni panti lainnya.

  • Pengelolaan Aset Jalan Dapat Berkontribusi PAD

    YOGYAKARTA — Penyusunan Raperda tentang Standardisasi Penyelenggaraan Jalan Provinsi tidak hanya mengatur aspek teknis pembangunan dan pemeliharaan jalan tapi juga pemanfaatan aset jalan secara optimal. Komisi D DPRD Provinsi Jateng menilai pengaturan tersebut dapat menjadi instrumen baru untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).