DIALOG PROAKTIF : Gus Fadlun Harap Pengembangan Pendidikan Tak Hilangkan Ciri Khas Ponpes

20240614141048 IMG

KUNJUNGI OBJEK : Gus Fadlun berkunjung ke Kahyangan Skyline ditemui manajer Rani Agatha.(foto: Jos Reynaldi)

WONOSOBO – Pondok pesantren merupakan sebuah Lembaga Pendidikan Islam tradisional dengan para siswa/siswi tinggal Bersama dan belajar dibawah bimbingan guru (kiai). Umumnya pengajaran agama diajarkan ilmu agama berdasarkan kitab-kitab dalam Bahasa Arab yang ditulis oleh ulama abad pertengahan.

Hal tersebut disampaikan anggota DPRD Jateng Akhmad Fadlun di sesela kunjungannya ke Pondok Pesantren (Ponpes)  Fatkhul Muin Ali Masykur Jl Dieng No 19, Kebumen Lor, Bumirejo, Kec. Mojotengah, Wonosobo, Jumat (14/6/2024).

Gus Fadlun-sapaan akrabnya bercerita banyak mengenai konsep pendidikan di ponpes. “Di ponpes itu ada bebera sistem mengajar. Ada yang sorogan, bandongan. Artinya guru (kiai) mengajar, santrinya menyimak. Atau santri mengulas, guru mendengarkan kalau ada yang salah akan diluruskan,” ucap anggota Komisi E dalam program Dialog Proaktif.

Dalam pengajaran di ponpes banyak ragam. Ada yang diajarkan nahwu atau gramatikal Bahasa Arab, fikih, usul fikih, hadis, tafsir sampai tasawuf.

Menyinggung fasilitas,  Fadlun menjelaskan untuk sekarang ini sudah banyak pondok pesantren yang memiliki fasilitas lengkap, salah satunya Pondok Pesantren Fatkhul Muin Ali Masykur, terdapat banyak fasilitas untuk mendukung pembelajaran formal dan informal.

“Selain dari fasilitas pendukung untuk pembelajaran formal dan keagamaan, disini juga memiliki fasilitas lain untuk pengembangan anak-anak diantaranya ada tempat olahraga serta kolam ikan untuk anak anak belajar berbudi daya” tegas Fadlun

Pengelola pesantren Gus Husni Maaruf menjelaskan bahwa Pondok Pesantren Fatkhul Muin Ali Masykur setiap saat membuka pendaftaran bagi yang ingin belajar mengaji dan agama. “bagi pembelajaran MI, MTs (SMP),MA (SMA) dibuka pendaftarannya sesuai jadwal pendaftaran umum” pungkasnya

Selanjutnya, Gus Fadlun beranjak dari pondok pesantren, melanjutkan langkahnya untuk bertolak menuju Kahyangan Skyline. Tempat tersebut merupakan salah satu destinasi wisata unggulan yang dimiliki Kabupaten Wonosobo.  Melewati perjalanan yang menanjak khas pegunungan terbayar lunas dengan pemandangan indah yang memanjakan mata.

“Ini merupakan salah satu destinasi wisata yang sangat banyak diminati oleh wisatawan, kalau weekend di sini tercatat bisa mencapai 3.000 orang per harinya” ungkap Fadlun

Bersama dengan Rani Agatha selaku Manager Kahyangan Skyline, Gus Fadlun mengungkapkan alasan Kahyangan Skyline menjadi salah satu objek wisata unggulan dikarenakan adanya inovasi yang terus dikembangkan. Sependapat dengan pernyataan tersebut Rani Agatha menjelaskan inovasi yang telah dilakukan oleh pihaknya.

menutup perjalanannya pada hari itu Gus Fadlun mengajak masyarakat untuk berkunjung ke objek-objek wisata yang dimiliki oleh Kabupaten Wosonoso. “Mari manjakan mata dan jiwa raga kita untuk menikmati keindahan alam yang ada di Wonosobo ini, lepaskan hiruk pikuk perkotaan sejenak, datang ke Wonosobo, nikmati pesona alamnya” tutup Gus Fadlun.(jos/priyanto)

Info Lainnya

  • Warga Mojogedang Antusias Hijaukan Sungai

    KARANGANYAR – Warga Desa Ngadirejo Kecamatan Mojogedang merasa senang adanya kegiatan penanaman di sekitar bantaran sungai. Kegiatan yang dinamakan ‘Jogo Kali Merawat Bumi’ digalakkan Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto bertujuan untuk menghijaukan area sekitar sungai supaya mengoptimalkan fungsi penyimpanan air sehingga keberadaan belik atau mata air ada lagi.

  • RAPAT PARIPURNA: Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal 

    GEDUNG BERLIAN – Dalam rapat paripurna, Kamis (2/7/2026), Komisi E DPRD Provinsi Jateng memberikan penjelasan tentang Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal. Disampaikan oleh Anggota Komisi E, Jafar Shodiq, raperda itu didasarkan atas tingginya kontribusi tenaga kerja informal memberikan kontribusi besar dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pengangguran. 

  • Bahas Panti Sosial, Risiko Penularan TBC Disorot

    SURABAYA — Komisi E DPRD Provinsi Jateng mendesak Pemerintah Provinsi segera membenahi standard operating procedure (SOP) dari pengelolaan panti rehabilitasi sosial. Pasalnya, penataan penanganan pasien dengan penyakit menular dinilai masih sangat longgar dan mengancam keselamatan penghuni panti lainnya.

  • Pengelolaan Aset Jalan Dapat Berkontribusi PAD

    YOGYAKARTA — Penyusunan Raperda tentang Standardisasi Penyelenggaraan Jalan Provinsi tidak hanya mengatur aspek teknis pembangunan dan pemeliharaan jalan tapi juga pemanfaatan aset jalan secara optimal. Komisi D DPRD Provinsi Jateng menilai pengaturan tersebut dapat menjadi instrumen baru untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).