DIALOG EMPAT PILAR : Pendidikan di Pesantren Kedepankan Nasionalisme

WhatsApp Image 2023 11 11 at 20.52.23

JADI NARASUMBER : Ketua Komisi E Abdul Hamid bersama narasumber lainnya mengisi acara Dialog Empat Pilar di Kota Pekalongan.(foto: azar alhadi)

PEKALONGAN – Ketua Komisi E Abdul Hamid mendorong dan mengajak pemerintah daerah khususnya pemerintah provinsi untuk menjadi support system bagi santri pondok pesantren di Jateng. Demikian diungkapkan dalam acara Dialog Empat Pilar Kebangsaan : Cinta Tanah Air di Lingkungan Pesantren, yang digelar di lobi Hotel Dafam Kota Pekalongan, Kamis (9/11/2023).

Dikatakannya, sekarang ini Jateng telah miliki Perda No 10/2023 tentang Fasilitas dan Sinergisitas Pengembangan Pesantren. Artinya para santri yang berada di pesantren seharusnya sekarang ini sudah terfasilitasi untuk semakin mengembangkan pendidikan pondok pesantren. Menurutnya pola pendidikan di pondok pesantren sudah tepat untuk bangsa Indonesia. Coraknya pun sama sekali tidak menyentuh pada ajaran radikalisme.  

“Substansi dari dakwah atau ajaran-ajaran di lingkungan pondok pesantren jangan melenceng ke radikalisme, artinya mengenai  nasionalisme kebangsaan tergantung dari guru, ustadz atau kiainya. Apa yang diajarkan kiainya pasti santri-santri di pesantren akan mengikuti ajarannya. Contoh, jika kiai atau guru itu mengikuti atau mengadakan upacara peringatan nasional atau yang mengandung nilai-nilai Pancasila, kebangsaan, saya kira aman dari radikalisme”, Tandasnya.

Sementara, Kasi Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan Sujud Al-Qudsy mengatakan kegiatan-kegiatan di pesantren sudah bernasionalisme saat menggelar acara seperti sosialisasi atau pengajian akbar.

“Dalam acara pondok pesantren yang biasanya kami gelar itu turut mengundang mulai dari pihak aparat, jaksa, dari pemerintahan juga ada untuk sosialisasi kepada para murid di pesantren, nah itu sudah termasuk mengandung nilai-nilai dalam nasionalisme”, ucapnya.

Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kabupaten Pekalongan KH M Nur Alif Wasnadi menambahkan, terdapatnya pembelajaran mengenai kebangsaan NKRI Pancasila yang sudah di terpakan di pondok pesantren supaya para murid pesantren tertanam rasa toleransi.

“Seperti memperingati hari pahlawan dengan agenda semangat jihad dalam kemerdekaan terhadap pahlawan, dalam kegiatan itu kami adakan juga doa bersama untuk para pahlawan terdahulu,” imbuhnya.(ayuut/priyanto)

Info Lainnya

  • Warga Mojogedang Antusias Hijaukan Sungai

    KARANGANYAR – Warga Desa Ngadirejo Kecamatan Mojogedang merasa senang adanya kegiatan penanaman di sekitar bantaran sungai. Kegiatan yang dinamakan ‘Jogo Kali Merawat Bumi’ digalakkan Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto bertujuan untuk menghijaukan area sekitar sungai supaya mengoptimalkan fungsi penyimpanan air sehingga keberadaan belik atau mata air ada lagi.

  • RAPAT PARIPURNA: Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal 

    GEDUNG BERLIAN – Dalam rapat paripurna, Kamis (2/7/2026), Komisi E DPRD Provinsi Jateng memberikan penjelasan tentang Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal. Disampaikan oleh Anggota Komisi E, Jafar Shodiq, raperda itu didasarkan atas tingginya kontribusi tenaga kerja informal memberikan kontribusi besar dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pengangguran. 

  • Bahas Panti Sosial, Risiko Penularan TBC Disorot

    SURABAYA — Komisi E DPRD Provinsi Jateng mendesak Pemerintah Provinsi segera membenahi standard operating procedure (SOP) dari pengelolaan panti rehabilitasi sosial. Pasalnya, penataan penanganan pasien dengan penyakit menular dinilai masih sangat longgar dan mengancam keselamatan penghuni panti lainnya.

  • Pengelolaan Aset Jalan Dapat Berkontribusi PAD

    YOGYAKARTA — Penyusunan Raperda tentang Standardisasi Penyelenggaraan Jalan Provinsi tidak hanya mengatur aspek teknis pembangunan dan pemeliharaan jalan tapi juga pemanfaatan aset jalan secara optimal. Komisi D DPRD Provinsi Jateng menilai pengaturan tersebut dapat menjadi instrumen baru untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).