CJIBF 2024: Dorong Masuknya Investasi melalui Kawasan Industri di Jateng

IMG 20241029 WA0090

SOAL INVESTASI. Bambang Haryanto Bachrudin dalam acara CJIBF di KITB Kabupaten Batang, Selasa (29/10/2024). (foto con hargi)

BATANG – Kabar baik bagi para investor. Kini, terdapat 17 peluang investasi di berbagai bidang lewat keberadaan kawasan industri.

Hal itu terungkap dalam acara Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2024 di Ballroom Grand Batang City, Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Kabupaten Batang, Selasa (29/10/2024). Tidak hanya peluang berinvestasi, Pemprov Jateng juga telah menyiapkan sejumlah fasilitas bagi para investor yakni 5 kawasan industri yang ada di sepanjang jalur pantura barat. Kelimanya adalah KITB, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Kawasan Industri Wijayakusuma di Kota Semarang, Jatengland Industrial Park di Demak, dan Aviarna Industrial Park yang merupakan kawasan industri baru di Kota Semarang.

Adapun target investasi Jateng pada 2024 sebesar Rp 64,18 triliun yang hingga triwulan III telah tercapai Rp 55,11 triliun atau sebesar 79,64% sehingga optimistis target tersebut dapat dipenuhi, mengingat ada sejumlah investor baru mulai masuk ke Jateng. Dioperasionalkannya sistem pelayanan perizinan yang mudah, inovatif, cepat, dan terintegrasi, diharapkan Provinsi Jateng punya daya saing yang kuat untuk menarik para investor.

Dalam hal ini, Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jateng Bambang Haryanto Bachrudin mengaku sangat mendukung upaya percepatan investasi tersebut. Ia berharap, dengan keberadaan kawasan industri yang berada di sejumlah daerah, berdampak positif untuk pertumbuhan ekonomi Jateng.

“Selain itu, kawasan industri tersebut mampu menyerap banyak tenaga kerja, meningkatkan ekonomi warga sekitar, dan mendorong peningkatan target investasi dan pendapatan,” harap Bambang, yang hadir dalam acara CJIBF 2024 dengan tema ‘Enhancing Sustainable Growth Through Green and Circular Economy.’

Sementara, dalam sambutannya, PJ Gubernur Nana Sujana mengatakan masuknya investasi sebagai salah satu bentuk komitmen Jateng mendorong transformasi ekonomi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Untuk itu, ia berharap kepala daerah di 35 kabupaten/ kota dapat mendukung upaya masuknya investasi ke Jateng.

“Kami juga mendorong bupati/ walikota untuk aktif dalam setiap kegiatan promosi investasi dengan menyediakan fasilitas, kemudahan, dan insentif agar calon investor tertarik menanamkan modalnya,” kata Nana.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah Rahmat Dwisaputra menambahkan tema CJIBF 2024 dipilih karena sesuai dengan rencana pembangunan jangka panjang daerah Provinsi Jateng. “Dalam rencana itu, Provinsi Jateng ditetapkan sebagai daerah penumpu pangan dan industri nasional sehingga keduanya harus seimbang,” kata Rahmat. (con/ariel)

Info Lainnya

  • DPRD Jateng Dukung Program ‘Revola Jateng Optimis’

    BANJARNEGARA – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Setya Ari Nugroho mendukung Program Revolusi Lahan atau ‘Revola Jateng Optimis,’ yang digulirkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Menurut dia program yang bertujuan menghidupkan sejumlah lahan tidur yang sudah bertahun-tahun menjadi kembali produktif merupakan langkah tepat guna mendorong pertumbuhan ekonomi di masyarakat

  • Dipantau, Revitalisasi Jembatan Dengkeng Klaten

    KLATEN – Perbaikan Jembatan Dengkeng di Kecamatan Cawas Kabupaten Klaten penting untuk menjaga konektivitas dan kelancaran mobilitas masyarakat di jalur Karangwuni hingga batas Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta. Infrastruktur yang menjadi penghubung antarwilayah tersebut kini mulai direvitalisasi dengan pembangunan jembatan baru

  • Komisi E Pantau Kualitas Belajar Mengajar di SMA 1 Kedungwuni

    KAJEN – Komisi E DPRD Provinsi Jateng menyoroti kualitas proses belajar mengajar sekaligus memastikan lingkungan sekolah tetap aman bagi peserta didik. Hal itu menjadi fokus Komisi E ke SMA Negeri 1 Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Senin (10/8/2026), untuk menggali masukan, data, dan informasi pendidikan di wilayah kerja Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII

  • Penyelenggaraan Jalan Provinsi Jateng Perlu Regulasi Lebih Tegas

    SUKOHARJO – Tingginya mobilitas masyarakat, meningkatnya beban angkutan logistik, dan kebutuhan menjaga kualitas ribuan kilometer jalan provinsi menjadi alasan Komisi D DPRD Provinsi Jateng mendorong lahirnya regulasi baru tentang penyelenggaraan jalan. Aturan itu dinilai penting untuk memastikan pengelolaan jalan lebih terarah, berkelanjutan, sekaligus memperjelas kewenangan antarinstansi