BK Apresiasi Tema Kabupaten Semarang ‘Berdikari’

WhatsApp Image 2021 03 15 at 19.10.52

BERFOTO BERSAMA : Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto (BK) bersama dokter Solheka Kurniawati berfoto bersama dengan ASN di lingkungan Pemkab Semarang.(foto: priyanto)

UNGARAN – Tepat tanggal 15 Maret, Kabupaten Semarang memperingati hari jadinya ke 500 tahun. Bertepatan itu, Senin (15/3/2021) pula DPRD menggelar rapat paripurna istimewa terkait dengan peringatan hari jadi. Sejumlah tamu undangan diundang, tak terkecuali Bambang Kusriyanto yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Jawa Tengah. Termasuk dokter Solekha Kurniawati yang kini duduk di Komisi B DPRD Jawa Tengah.

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Bondan Marutohening beserta para wakil, Bupati Ngesti Nugraha, Wabup M Basari serta jajaran forkompinda. Hari jadi kali ini mengangkat tema “Bersama Mewujudkan Kabupaten Semarang ‘Berdikari’ (bersatu, berdaulat, berkepribadian, sejahtera, mandiri)”.

Bambang Kusriyanto mengapresiasi tema yang diambil dalam memperingati lima abad Kabupaten Semarang itu. Baginya arti berdikari sesuai filosofi yang pernah digaungkan pendiri negeri yakni Presiden RI I Ir Soekarno. Terpenting pula setiap kepala daerah harus bisa menjadikan rakyatnya sejahtera.

Sosok Bambang Kusriyanto oleh sebagian warga akrab menyapanya dengan sebutan Pak BK dengan Kabupaten Semarang tak bisa dilepas begitu saja. Baik dari kalangan eksekutif, legislatif sampai masyarakat umum sangat karib mengenalnya. Selama tiga periode berturut-turut, Bambang atau Pak BK menjadi wakil rakyat. Terlebih dalam periodesasi tersebut ia didapuk menjadi ketua DPRD.

Sementara dalam pidato sambutannya, Bupati Semarang mengeluarkan dua kebijakan penting bagi seluruh ASN di lingkungan pemerintah kabupaten. Kebijakan pertama, pakaian tradisional Gagrak Semarangan akan menjadi pakaian resmi yang wajib dikenakan setiap tanggal 15 setiap bulan. Kedua, mencanangkan gerakan memanfaatkan serta menggunakan produk lokal. Setiap kegiatan resmi tingkat pemerintah daerah, tiap- tiap OPD, kecamatan hingga desa agar membeli dan menggunakan produk- produk UMKM lokal Kabupaten Semarang. Kebijakan tersebut diambil untuk membantu menyelamatkan dan menggerakkan kembali roda perekonomian supaya bisa bertahan di tengah- tengah pandemi Covid-19.(priyanto/ariel)

Info Lainnya

  • Hadapi Kekeringan, Stok Air Bendungan Masih Aman

    JEPARA – DPRD Provinsi Jateng meminta pemerintah daerah memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang. Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jateng Nur Saadah menekankan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah dalam menjamin kebutuhan air masyarakat, termasuk memastikan distribusi bantuan air bersih dilakukan tanpa membebani warga terdampak.

  • Warga Mojogedang Antusias Hijaukan Sungai

    KARANGANYAR – Warga Desa Ngadirejo Kecamatan Mojogedang merasa senang adanya kegiatan penanaman di sekitar bantaran sungai. Kegiatan yang dinamakan ‘Jogo Kali Merawat Bumi’ digalakkan Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto bertujuan untuk menghijaukan area sekitar sungai supaya mengoptimalkan fungsi penyimpanan air sehingga keberadaan belik atau mata air ada lagi.

  • RAPAT PARIPURNA: Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal 

    GEDUNG BERLIAN – Dalam rapat paripurna, Kamis (2/7/2026), Komisi E DPRD Provinsi Jateng memberikan penjelasan tentang Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal. Disampaikan oleh Anggota Komisi E, Jafar Shodiq, raperda itu didasarkan atas tingginya kontribusi tenaga kerja informal memberikan kontribusi besar dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pengangguran.