ASPIRASI JATENG: Kesiapan Infrastruktur Jateng Jelang Lebaran

WhatsApp Image 2022 03 30 at 11.42.19(1)

DIALOG INFRASTRUKTUR: Ketua Komisi D Alwin Basri bersama narasumber lain sedang membahas infrastruktur jalan jelang Lebaran di Stasiun TATV Surakarta.(foto: cahya depe)

SURAKARTA – Pelonggaran aktivitas masyarakat dengan diizinkannya kegiatan ibadah puasa dan mudik lebaran, menjadikan pemerintah mulai mempersiapkan sarana dan prasarana guna mendukung kelancara kegiatan.

Masalah infrastruktur jalan menjadi sarana vital, mengingat hampir keseluruhan aktivitas masyarakat menggunakan sarana darat. Belum lagi Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub merilis data pada mudik Lebaran 2022 nanti ada 21 juta mobil, 14 juta motor, dan 12 juta bus akan melintas di Jateng. Lantas bagaimana kesiapan Jateng jelang Lebaran nanti? Tema ini diambil dalam dialog “Aspirasi Jawa Tengah: Kesiapan Infrastruktur Jateng Jelang Lebaran” disiarkan Stasiun TATV Surakarta, Selasa (5/4).

Ketua Komisi D Alwin Basri, narasumber dalam dialog itu mengemukakan, sejauh ini informasi yang masuk untuk persentase kondisi jalan rusak di Jateng ada 9 persen atau 200 km. Masih ada 1.219 km jalan dalam kondisi rusak sedang, selebihnya ada 965 km atau 40 persen kondisi masih bagus.

“Dari panjang jalan provinsi 2.400 km itu dengan masih ada kondisi kerusakan sedang kami berharap perlu segera ditangani. Patut pula jadi pengawasan jalan-jalan di daerah rawan bencana banjir dan longsor. Kami juga meminta untuk pekerjaan jalan pada H-10 sudah harus selesai, termasuk jangan ada penumpukan material supaya tidak mengganggu kelancaran lalu lintas,” ucapnya.

 Titik rawan akan kami cek, seperti jalur di Grobogan, Semarang-Pati-Rembang, termasuk Rembang-Tuban.

Dari kalangan akademisi, Ary Setiawan menjabat Kaprodi Magister Teknik Sipil Fakultas Teknik UNS menyebutkan jalan-jalan yang ada di Jateng didesain dengan ukuran kapasitas harian rata-rata. Ini patut diantisipasi oleh pemerintah, bila jalan mudah rusak setelah Lebaran. Patut menjadi perhatian pula adalah jalur Jateng selatan. Pasalnya jalur tersebut tidak didesain untuk kendaraan berat. Namun kerap menjadi pilihan dari kendaraan berat saat melintas di Jateng.

Kepala Dinas Bina Marga Cipta Karya Jateng Hanung Triyanto menyatakan, kemantapan jalan nasional dan provinsi di atas 60 persen, tapi dengan kondisi hujan agak menurun. Kerusakan sedang itu kami kejar untuk pemeliharaan. Paket multiyears dan awal tahun sudah terkontrak dikejar, terutama di pantura. Di Pemalang ada pekerjaan membongkar beton, H-10 harus siap. Jalan provinsi di Grobogan, Blora. Kita lakukan tambal lubang. Kontrak kita hari kalender, kalau siang hari lebih kelihatan kualitas kontrol, tapi ada tempat yang ramai dikerjakan malam hari. Jalan ini tidak pernah istirahat, terus dipakai. Semarang-Godong lumayan, Godong sampai Blora yang agak rusak, treatment kami ruas harus jalan beton, jalan aspal cepet rusak. 

Upaya jangka menengah minta Kementerian PUPR. Jalan di Blora 2 tahun ke depan akan bagus. Surakarta-Geyer, Purwodadi-Blora akan kita siapkan. Jalan beton standar sekitar Rp 6-7 miliar 1 km.(ayutami/priyanto)

Berita Terkait

  • Pengrajin Mendong Desa Sumberejo Butuh Dukungan Pemprov Jateng

    HASIL KERAJINAN : Sejumlah anggota Komisi B memperlihatkan hasil kerajinan anyaman mendong.(Foto: Ervan Ramayudha) MUNGKID – Para pengrajin anyaman mendong atau dalam bahasa latin fimbristylis umbellaris di Desa Sumberejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang berharap ada perhatian dari Pemprov Jateng. Selama…

  • Setwan Jateng Terima Duta Parlemen Remaja

    GEDUNG BERLIAN – Sejumlah pelajar SMA yang tergabung dalam Parlemen Remaja 22 mendatangi Kantor DPRD Jawa Tengah, belum lama ini. Mereka diterima Kepala Bagian (Kabag) Humas Andi Susmono dan Kasubag Informasi dan Dokumentasi (Indok) Ayutaminingtyas di Ruang Rapat Pimpinan.

  • MEDIA TRADISIONAL: Jaga Ketoprak Humor Campursari Grobogan Tetap Eksis

    GROBOGAN – Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jateng Abang Baginda Muhammad Mahfuz Hasibuan mengajak para seniman dan masyarakat Grobogan bersama-sama berinovasi dalam kesenian dan budaya tradisional agar tetap lestari. Hal itu disampaikannya dalam acara ‘Dialog Media Tradisional (Metra) DPRD Provinsi Jateng’ dan pagelaran seni ketoprak di Aula SMAN 1 Wirosari Kabupaten Grobogan, baru-baru ini.

  • Persoalan RTLH Perlu Segera Diselesaikan

    WONOGIRI – Memasuki reses persidangan pertama 2021/2022, DPRD Provinsi Jateng melakukan kegiatan menjaring dan menyerap aspirasi masyarakat. Dari Dapil VI Jateng (Kabupaten Sragen, Karanganyar, & Wonogiri), Anggota DPRD Provinsi Jateng Sriyanto Saputro pada saat reses menuturkan bahwa di Kabupaten Wonogiri banyak aspirasi yang masuk mengenai rumah tidak layak huni (RTLH).