ASN Setwan Jateng Dituntut Wujudkan Visi & Misi Gubernur

1652068646489

BERI ARAHAN. Setwan Jateng Urip Sihabudin memberikan arahan kepada ASN di lobi Gedung DPRD Jateng. (foto: teguh presetya)

GEDUNG BERLIAN – Sekretaris DPRD (Sekwan) Jateng Urip Sihabudin meminta kepada aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Sekretariat DPRD (Setwan) Jateng untuk bersama mewujudkan visi dan misi Gubernur Ganjar Pranowo.

Hal yang bisa dilakukan di antaranya adalah dengan meningkatkan fasilitasi dan pelayanan terhadap Pimpinan dan Anggota DPRD Jateng dalam menjalankan tugasnya. Hal tersebut disampaikannya dalam acara apel Setwan Jateng di lobi Gedung Berlian DPRD Jateng, Senin (9/5/2022).

“Fasilitasi dan pelayanan yang kita berikan kepada Pimpinan dan Anggota Dewan saya kira itu merupakan bagian dari ikhtiar dan peranan kita. Dari hal terkecil, misalkan yang membersihkan ruangan pimpinan dan melayani kunjungan-kunjungan juga ikut andil. Sekali lagi saya sampaikan mari pelayanan kita tingkatkan agar pimpinan dan anggota jadi nyaman dalam bekerja, agar dukungan beliau dalam mencapai visi misi gubernur dan kesepakatan politik dengan dewan bisa tercapai,” ungkapnya.

Selain itu, Urip mengajak agar ikut andil dalam upaya pengentasan warga dari kemiskinan yang masih menjadi PR Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Peran yang bisa dilakukan di antaranya dengan memberikan bantuan kepada masyarakat miskin di sekitar tempat tinggal dan juga di kampung halaman. Namun, ketika belum bisa membantu, minimal bisa melaporkan mengenai konsisi masyarakat yang membutuhkan.

“Itu salah satu yang bisa kita bantu agar angka kemiskinan yang saya kita merupakan tugas terberat Provinsi Jawa Tengah bisa kita bantu bersama-sama. Syukur kita bisa membantu yang lainnya yang mungkin bisa kita lakukan untuk meningkatkan taraf hidup di desa kelahiran kita atau minimal di lingkungan kita. Itu adalah satu cara konkrit bagaimana kita membantu apa yang sudah dicita-citakan Pak Gubernur, Anggota Dewan dan seluruh masyarakat Jawa Tengah,” jelasnya.

Selain itu, pria asal Kabupaten Brebes tersebut juga mengajak kepada karyawan agar bersama mewujudkan parlemen modern. Framenya adalah parlemen modern, jadi semua yang kita buat dalam rangka frame yang sama dan itu harus dikawal dan dilaksanakan semua lini dan semua unit.

“Mari kita manfaatkan semua aplikasi semua sistem yang sudah kita buat. Agar apa yang menjadi cita-cita semua pimpinan, anggota dan kita semua bisa kita wujudkan bersama,” ungkapnya.

Terakhir, tambahnya, dia meminta agar semua bagian mengoptimalkan kapasitas di setiap lini.  Sebenarnya, kapasitas dari setiap unit itu luar biasa dengan orang-orang yang luar biasa. Namun ada dua hal yang belum dioptimalkan, yaitu kemampuan untuk menggerakkan dan kemampuan untuk bekerja.

“Yang belum kita optimalkan adalah dua kapasitas itu. Memang tugasnya sub bagian untuk memenuhi kapasitas itu. Perlu dimaksimalkan agar semua yang kita miliki ini bisa diberdayakan untuk mewujudkan visi misi Jawa Tengah dan lingkup kita dalam pelayanan kedewanan dalam frame parlemen modern tersebut,” pungkasnya.(teguh/priyanto)

Info Lainnya

  • Warga Mojogedang Antusias Hijaukan Sungai

    KARANGANYAR – Warga Desa Ngadirejo Kecamatan Mojogedang merasa senang adanya kegiatan penanaman di sekitar bantaran sungai. Kegiatan yang dinamakan ‘Jogo Kali Merawat Bumi’ digalakkan Ketua DPRD Provinsi Jateng Sumanto bertujuan untuk menghijaukan area sekitar sungai supaya mengoptimalkan fungsi penyimpanan air sehingga keberadaan belik atau mata air ada lagi.

  • RAPAT PARIPURNA: Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal 

    GEDUNG BERLIAN – Dalam rapat paripurna, Kamis (2/7/2026), Komisi E DPRD Provinsi Jateng memberikan penjelasan tentang Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal. Disampaikan oleh Anggota Komisi E, Jafar Shodiq, raperda itu didasarkan atas tingginya kontribusi tenaga kerja informal memberikan kontribusi besar dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pengangguran. 

  • Bahas Panti Sosial, Risiko Penularan TBC Disorot

    SURABAYA — Komisi E DPRD Provinsi Jateng mendesak Pemerintah Provinsi segera membenahi standard operating procedure (SOP) dari pengelolaan panti rehabilitasi sosial. Pasalnya, penataan penanganan pasien dengan penyakit menular dinilai masih sangat longgar dan mengancam keselamatan penghuni panti lainnya.

  • Pengelolaan Aset Jalan Dapat Berkontribusi PAD

    YOGYAKARTA — Penyusunan Raperda tentang Standardisasi Penyelenggaraan Jalan Provinsi tidak hanya mengatur aspek teknis pembangunan dan pemeliharaan jalan tapi juga pemanfaatan aset jalan secara optimal. Komisi D DPRD Provinsi Jateng menilai pengaturan tersebut dapat menjadi instrumen baru untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).