AKSI BURUH. Yudi Indras Wiendarto saat menemui aksi unjuk rasa para buruh di depan gerbang Gedung Berlian, Jumat (16/10/2020). (foto ervan ramayudha)

SEMARANG – Sejumlah buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Buruh Garmen Kerajinan Tekstil Kulit dan Sentra Industri Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (FSB Garteks KSBSI) melakukan aksi unjuk rasa di depan gerbang Gedung Berlian, Jalan Pahlawan Nomor 7 Kota Semarang, Jumat (16/10/2020). Aksi yang dimulai pada pukul 09.30 WIB itu, diawali dengan orasi dan membentangkan poster yang bertuliskan ‘Cabut Omnibus Law’ dan ‘Keluarkan Perpu Pembatalan Omnibus Law.’ 

Setelah menyuarakan orasinya di depan gerbang, beberapa perwakilan buruh diterima Anggota DPRD Jateng Yudi Indras Wiendarto di ruang Rapim Gedung Berlian DPRD Jateng Lantai 1. Saat berdialog, Koordinator Aksi Abdul Qodir Zakaria menyampaikan bahwa pertemuan tripartit tidak diakomodir dalam UU Cipta Kerja Klaster Ketenagakerjaan. Ia menilai UU itu sangat mendegradasi hak-hak dasar buruh dibandingkan dengan UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

“Kami mendesak Bapak Gubernur agar menyampaikan aspirasi kami ini kepada Bapak Presiden untuk menerbitkan Perppu Pembatalan UU Cipta Kerja, mendesak DPRD Provinsi Jateng agar menyampaikan aspirasi kami kepada Ketua DPR RI untuk membatalkan UU Cipta Kerja,” kata Abdul.

Menanggapi hal itu, Yudi Indras mengaku akan menyampaikan aspirasi teman-teman ke pusat. Dalam hal ini, ia mengaku sangat apresiatif terhadap para buruh karena aksi aksi unjuk rasa berjalan dengan tertib dan sangat memperhatikan protokol kesehatan. “Aksi demo kali ini bisa menjadi contoh di daerah lain yang ingin melakukan aksi saat menyampaikan aspirasinya,” kata Yudi. (ervan/ariel)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *