Kemenristek: Jateng Jadi Kiblat Inovasi

Kemenristek: Jateng Jadi Kiblat Inovasi

BUKA PAMERAN. Wagub Taj Yasin memecet tombol membuka pergelaran Pameran Produk Inovasi (PPI) Jateng di Alun-alun Wonosobo, Jumat (20/9/2019). Ketua Sementara DPRD Jateng Bambang Kusriyanto turut hadir dalam pembukaan itu. (foto setyo herlambang)

WONOSOBO – Ketua Sementara DPRD Jateng Bambang Kusriyanto antusias mengikuti pembukaan pergelaran Pameran Produk Inovasi (PPI) tingkat Jawa Tengah yang dipusatkan di Alun-alun Wonosobo dan kompleks Pendapa Rumah Dinas Bupati.

Gelaran dalam momentum peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional 2019 itu berlangsung selama tiga hari mulai Jumat-Minggu (20-22/9/2019).

(kiri-kanan) Wagub Taj Yasin, Ketua DPRD Bambang Kusriyanto,
dan Direktur Sistem Inovasi Kemenristekdikti Obertus Sumule.
(foto setyo herlambang)

Wakil Gubernur Taj Yasin membuka pergelaran PPI itu. Dalam kesempatan itu, selaku tuan rumah Bupati Wanosobo Eko Purnomo mendampingi Wagub bersama Direktur Sistem Inovasi Kemenristekdikti Obertus Sumule. Bahkan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi pun turut hadir pada acara itu.

Ribuan warga Wonosobo nampak memadati komplek Alun-alun pada hari pertama pameran yang diisi gerai-gerai dari 35 kabupaten/kota.

Bupati Wonosobo Eko Purnomo berbincang dengan
Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto. (foto setyo herlambang)

Dalam sambutannya, Bupati Eko Purnomo mengatakan, dalam menghadapi perkembangan teknologi dan revolusi industri 4.0 saat ini, fondasi pertumbuhan ekonomi telah bergeser dari ekonomi berbasis industri, menuju ekonomi yang berbasis ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi.

Wonosobo, lanjutnya telah mempunyai embrio Sistem Inovasi Daerah (SIDa) yang akan menjadi salah satu pedoman dalam penyusunan dokumen perencanaan. Melalui SIDa dan Dewan Riset Daerah, berharap inovasi yang ada di Kabupaten Wonosobo dapat semakin berkembang baik di lingkungan pemerintah maupun masyarakat.

Dari Kemenristekdikti Obertus Sumule dalam sambutannya mengatakan, saat ini Kemenristekdikti telah melakukan identifikasi inovasi di 186 kabupaten maupun kota. “Kiblat inovasi sekarang adalah ke Jateng. Di mana terdapat ragam produk inovasi kuliner dan pengembangan destinasi wisata, fashion, dan budaya,” papar Obertus.

Sementara Wakil Gubernur Taj yasin mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi adanya pergelaran ini, terlebih adanya kontribusi dengan para masyarakat difabel.

Keanekaragaman inovasi yang ditampilkan ini perlu didorong karena dengan adanya pameran inovasi ini diharapkan dapat menjadi jembatan dalam beralihan penggunaan produk luar negeri ke produk yang memanfaatkan budaya lokal.

Wagub juga menekankan agar benar-benar menyiapkan produk inovasi yang telah menjamur di berbagai daerah khususnya di Wonosobo. Dengan begitu, produk yang dikembangkan dapat menarik investor yang kemudian berimbas kepada ekonomi masyarakat. (tyo/priyanto)

Leave a response