WEDANGAN TVRI: Dialog Publik dan Parlemen Modern

WEDANGAN TVRI: Dialog Publik dan Parlemen Modern

WEDANGAN SANTAI. (dari kiri-kanan) Jayanto Arus Adi, Prie GS, Dr. Rukma Setyabudi, dan Yuwanto saat berbincang santai dalam acara Wedangan di Studio 1 Stasiun TVRI Jateng, Pucang Gading Kabupaten Demak, Rabu (4/9/2019). (foto ariel noviandri)

DEMAK – Sudah 3 tahun ini, acara Wedangan TVRI menjadi tayangan yang informatif untuk masyarakat Jawa Tengah. Karena, dalam acara tersebut, berbagai persoalan di Jateng dapat dikupas dengan bahasa yang ringan dan pembawaan yang santai.

Hal itulah yang membuat acara Wedangan TVRI mudah dicerna dan diterima oleh masyarakat Jateng dari semua golongan. Demikian disampaikan Ketua DPRD Jateng Dr. Rukma Setyabudi, saat menjadi narasumber dalama acara Wedangan di Studio 1 Stasiun TVRI Jawa Tengah, Pucang Gading Kabupaten Demak, Rabu (4/9/2019).

(Host Wedangan TVRI) Prie GS dan Dr. Rukma Setyabudi.
(foto ariel noviandri)

Berbeda dengan episode sebelumnya, acara kali ini sangat berkesan untuk Rukma karena merupakan hari terakhirnya menjabat sebagai Ketua DPRD Jateng. Rukma menuturkan kesan-kesannya selama ini menjadi pembicara di Wedangan.

“Jadi, sebelum Wedangan dimulai itu, kami adakan FGD (focus group discussion) rutin di ruang saya. Termasuk, jika ada aspirasi dari masyarakat. Jika memang di FGD sangat berat dan alot, kami bawa ke Wedangan agar suasananya jadi lebih cair agar masyarakat pun menerimanya enak dan tidak terkesan kaku,” kata Legislator PDI Perjuangan itu.

Ia menilai acara itu merupakan salah satu cara mewujudkan Parlemen Modern yang terbuka dan akuntabel dalam hal penyampaian informasi dan penyerapan aspirasi masyarakat. Karena, Parlemen Modern itu tidak semata-mata memberikan informasi seputar pembangunan daerah melalui teknologi informasi tapi juga dilakukan dialog publik seperti acara Wedangan tersebut.

“Acara Wedangan itu mengupas semua informasi yang dibutuhkan masyarakat dan persoalan yang dihadapi daerah serta berupaya mencarikan solusi terbaik untuk kepentingan bersama. Hal tersebut merupakan salah satu cara untuk terus mewujudkan Parlemen Modern di Jateng,” harapnya.

(dari kiri-kanan) Jayanto Arus Adi, Prie GS, Dr. Rukma Setyabudi, dan Yuwanto.
(foto ariel noviandri)

Narasumber lain yang hadir dalam acara tersebut, Pengamat Politik Undip Semarang Yuwanto mengapresiasi konsistensi Rukma sebagai narasumber utama karena di tengah kesibukannya sebagai wakil rakyat Rukma selalu menyempatkan diri hadir dalam acara Wedangan. Yuwanto juga mengatakan Rukma sangat paham masyarakat Jateng perlu di supply informasi yang aktual mengenai isu-isu yang belum tentu benar.

“Lewat Wedangan ini, masyarakat tahu kalau aspirasi mereka tidak hanya didengar saja tapi juga di tampung, dirapatkan dan diberi solusi disini. Jadi, lewat kehadiran Pak Rukma disini, ketidakpercayaan masyarakat dengan pejabat publik menjadi berkurang,” kata Yuwanto.

Suasana dalam acara Wedangan TVRI. (foto ariel noviandri)

Senada, Dewan Pers Jateng Jayanto Arus Adi juga menuturkan beratnya menggelar FGD pada setiap minggunya karena harus mencari tema yang tepat. Menurut dia kegiatan FGD itu dilakukan Rukma karena kepeduliannya terhadap masalah yang sedang berkembang di Jateng. Dari kondisi itu, Jayanto juga mengakui kepintaran Rukma menempatkan diri, khususnya saat perdebatan dalam FGD mulai memanas, Sang Ketua selalu punya cara untuk mendinginkan suasana.

“Peran forum diskusi itu sangat penting dilakukan. Saya sangat mengapresiasi kinerja Pak Rukma selama ini. Peran FGD dan Wedangan ini yang perlu kita teruskan, diskusi yang konseptual dan modern yang penuh dengan tawa sehingga masyarakat tidak bosan. Siapapun yang meneruskan Pak Rukma nanti harus punya komitmen serupa,” harap Jayanto. (ayu/ariel)

Leave a response