Informasi

Kunjungan Kerja Komisi E DPRD Jateng ke Kab. Semarang

Tanggal : 01-10-2015

Semarang, Humas Set. DPRD Jateng - Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah yang membidangi Kesra, belum lama ini mengadakan Kunjungan Kerja ke Kab. Semarang dalam rangka monitoring keamanan peredaran makanan menjelang hari raya Idul Fitri 1436 H Tahun 2015.

Kunjungan Kerja dipimpin oleh Sekretaris Komisi E DPRD Provinsi  Tengah Hasan Asy’ari, S.Pd.i, M.Si. Diikuti Anggota Komisi E dan didampingi dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa tengah, Balai POM dan Biro Perekonomian Prov. Jateng.

Guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat saat Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri,Pimpinan dan anggota komisi E DPRD Jawa Tengah bersama dinas kesehatan Provinsi Jawa Tengah serta balai pengawasan obat dan makanan Semarang menggelar sidak makanan di sejumlah pasar Tradisional dan modern di Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga.

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Pasar Trojo Kabupaten Semarang. di pasar Tradisional ini anggota dewan berserta tim gabungan mengecek satu persatu makanan yang diperjual belikan oleh pedagang. Selain memeriksa standarisasi pengemasan produk makanan seperti pencantuman ijin P-IRT, B-POM, Dan Tanggal kadaluarsa, tim juga memeriksa kandungan bahan makanan melalui uji lab secara langsung. Hasilnya sejumlah makanan produk rumah tangga terbukti dilengkapi Tanggal kadaluarsa serta mengandung bahan kimia berbahaya seprti zat. Pewarna tekstil  atau rodamin .pedagang yang terbukti menjual makanan berbahaya tersebut langsung diminta untuk tidak mejual makanan tersebut dan diminta melaporkan tempat penghasilan makanan tersebut.

Dalam dialog yang dilakukan anggota komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah bersama pedagang, sejumlah pedagang mengeluhkan pasar yang masih semrawut. Tidak seluruhnya pedagang mematyhi penataan yang dilakukan dinas pasar Pemkab Semarang sehingga mempengaruhi penjualan mereka. Mendapat keluhan tersebut, anggota dewan langsung memanggil pengelola pasar projo dan meminta pedagang nakal harus segera ditertibkan.

Usai blusukan di pasar Projo Kabupaten Semarang, tim gabungan langsung meluncur kesebuah toko modern di kawasan Stasiun Ambarawa di tempat ini anggota dewan dan tim kembali menemukan sejumlah makanan kaleng yang rusak namun tetap di perjual belikan kepada masyarakat.

Menurut sekretaris komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah sekaligus ketua rombongan Hasan Asyari, dari hasil sidak yang dilakukan pihaknya mendapati masih banyak makanan yang di perjual belikan di pasar mengandung bahan kimia berbahaya dan tidak dilengkapi dengan standarisasi pengemasan.

”Saat membeli masyarakat harus mendapat jaminan jika produk yang mereka beli merupakan produk yang aman untuk dikomsumsi. Jika hal ini terus di biarkan bisa membayakan kesehatan dan masyarakat akan terus dikorbankan.”