Informasi

Kunjungan Kerja Komisi D DPRD Jateng ke PT. Semen Indonesia di Rembang

Tanggal : 03-11-2015

Rembang, Humas Set. DPRD Jateng - Lokasi pendirian pabrik PT Semen Indonesia(Persero) Tbk di Kabupaten Rembang berada di Kecamatan Gunem & terletak pada 5 (lima) desa yang meliputi : Desa Kajar, Timbrangan, Tegaldowo, Pasucen serta Kadiwono, dimulainya Pekerjaan pada bulan Februari 2014 dengan rencana selesai pada triwulan 3 Tahun 2016. Dengan anggaran mencapai Rp. 4,452 Trilyun, untuk Kapasitas 3 Juta Ton Semen/Tahun. Hal itu disampaikan oleh Agung Wiharto selaku Corporate Sekretaris Semen Indonesia saat menerima Kunjungan Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah ke PT. Semen Indonesia di Kab. Rembang.

Untuk tenaga kerja di Proyek ada 1180 orang dengan 63,85% dari warga di sekitar proyek PT. Semen Indonesia di Rembang, untuk target Pekerjaan sampai akhir bulan April rencana pekerjaan 39,10 % namun realisasi pekerjaan sampai 38, 64%. Meskipun demikian Agung mengatakan harapannya PT. Semen Indonesia di Rembang bisa produksi pada awal Tahun 2017.

Agung menambahkan ada 3 Pilar Utama yang mendasari dalam Pendirian PT. Semen Indonesia yang pertaa adalah Ekonomi (Profit) menghasilkan kinerja keuangan yang selalu tumbuh sehingga menghasilkan pertumbuhan usaha yang baik dan berkelanjutan, yang Kedua Lingkungan (Planet) mengendalikan dampak negatif lingkungan dengan Pengelolaan Lingkungan dan Pengembangan masyarakat sekitar dan yang ketiga Sosial (People) mengembangkan dampak positif sosial masyarakat dengan berkomitmen pada pengelolaan Perusahaan berdasar prinsip Good Corpororate Governance (GCG). Dengan ketiga Pilar utama tersebut menghasilkan pengertian bahwa PT. Semen Indonesia adalah Industri berwawasan Lingkungan yang menyelaraskan pertumbuhan perusahaan dengan kelestarian Lingkungan Hidup, mengutamakan efisiensi dan efektifitas penggunaan sumber daya alam serta bermanfaat bagi masyarakat.

Rombongan Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah ke PT. Semen Indonesia dipimpin oleh Ir. Alwib Basri, MM.MIKom selaku Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah, dalam pertemuan tersebut Komisi D diterima oleh Suparni selaku Direktur Utama PT. Semen Indonesia di Kab. Rembang.

Untuk penambangan Disain Teknis sudah sesuai dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), disain penambngan batu kapur dengan kombinasi metode “Single Continous Bench” dan “Block System” untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan Keberadaan air bawah tanah, PT Semen Indonesia juga membuat sumur pantau di beberapa lokasi untuk memantau dan menjamin keberadaan air bawah tanah, kemudian melakukan elaborasi antara penggunaan bahan peledak dan surfice miner untuk menghilangkan dampak penambangan, selanjutnya bekas penambangan tanah liat dimanfaatkan sebagai sumber air dan budidaya ikan dan disain reklamasi Penutupan Tambang mengacu pada Permen ESDM No. 18 Th. 2008. Kata Agung

Masih Agung, PT. Semen Indonesia juga menggunakan peralatan pencemaran modern dan handal seperti : Baghouse Filter, Electrostatic Precipitator, Cyclone, dan Conditioning Tower, PT Semen Indonesia juga berhati-hati dalam kegiatan penambangan yang akan dilakukan karena PT. Indonesia tahu bahwa mata Air digunakan penduduk untuk mencuci, mandi dan kegiatan penduduk sekitar proyek dengan menggunakan Pompa air sehingga PT. Semen Indonesia menjamin kegiatan penambangan tidak akan sampai merusak Lingkungan.

H. Abdul Azis SAg.MSi selaku Anggota Komisi D menyampaikan mendukung sepenuhnya Investasi di Rembang karena pada prinsipnya Investasi bisa mengembangkan Perekonomian di Masyarakat namun demikian PT. Semen Indonesia juga diharapkan menjaga Konservasi sumber daya air dengan membuat embung-embung.

Hj. Kartina Sukawati, SE.MM selaku Anggota Komisi D DPRD Prov. Jateng menambahkan Komisi D siap mengawal, mambantu dan mengkomunikasikan untuk pembuatan Pabrik Semen Indonesia dan semoga dengan adanya pembangunan Pabrik Semen tersebut bisa lebih memakmurkan masyarakat sekitar Rembang.